Kuatkan Citra Peradilan Dari Garda Depan: PTA Semarang Perkuat Kompetensi Aparatur Melalui Bimbingan Teknis Keprotokolan

Mengupas tuntas seni di balik layar pelayanan pimpinan, Pengadilan Tinggi Agama Semarang sukses menggelar Bimtek Keprotokolan berskala nasional. Menghadirkan pakar dari Mahkamah Agung hingga Kemendagri, kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi aparatur peradilan untuk mengasah sensitivitas, membaca situasi, dan merancang acara tanpa celah. Karena bagi protokol, kelancaran acara adalah sebuah mahakarya.
Foto : Bimbingan Teknis Keprotokolan | Dok. Muhammad Arif Pahlevi
Foto : Bimbingan Teknis Keprotokolan | Dok. Muhammad Arif Pahlevi

MARINews, Semarang – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Protokol dan Pelayanan Pimpinan yang diikuti oleh aparatur Pengadilan Agama se-wilayah hukum PTA Semarang, serta perwakilan aparatur dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 23–24 Juli 2026 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah.

Bimbingan teknis ini merupakan langkah konkret PTA Semarang dalam meningkatkan kompetensi aparatur di bidang keprotokolan. Fungsi ini dipandang krusial karena protokol bukanlah sekadar urusan tata acara, melainkan wajah institusi dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, tertib, cepat, adaptif, dan beretika.

Dalam dunia keprotokolan, keberhasilan sebuah kegiatan seringkali justru ditentukan oleh pekerjaan yang tak kasatmata. Profesi ini bukan sekadar tampil rapi dan berdiri tegak di samping pimpinan, melainkan menuntut dedikasi tanpa batas waktu. Istilah “25 jam sehari, 8 hari seminggu” menjadi majas yang secara akurat menggambarkan kesiapsiagaan penuh petugas protokol dalam mendukung agenda pimpinan.

Seorang petugas protokol dituntut memiliki sensitivitas tinggi. Kepekaan tersebut tercermin dari kemampuan membaca situasi sebelum persoalan membesar, memahami bahasa tubuh (gesture), mengantisipasi berbagai kemungkinan, hingga memperhatikan detail terkecil. Bagi insan keprotokolan, kemegahan acara bukanlah tolok ukur utama, melainkan kelancaran pelaksanaan tanpa hambatan berkat ketelitian dan koordinasi yang matang.

Foto : Bimbingan Teknis Keprotokolan | Dok. Muhammad Arif Pahlevi

Sebelum kegiatan resmi dibuka, Ketua Panitia Bimbingan Teknis, Dr. Naffi, S.Ag., M.H., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Semarang, menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan. Dalam laporannya, beliau menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimbingan Teknis Protokol dan Pelayanan Pimpinan didasarkan pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan serta Surat Keputusan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Nomor 154 Tahun 2026 tentang Penunjukan Panitia Pelaksana Bimbingan Teknis Protokol dan Pelayanan Pimpinan.

Foto : Ketua PTA Semarang | Dok. Muhammad Arif Pahlevi

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua PTA Semarang, Dr. Rokhanah, S.H., M.H. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya eskalasi kualitas sumber daya manusia sebagai motor penggerak tugas peradilan.

"Aparatur yang bertugas di bidang keprotokolan diharapkan mampu bekerja secara adaptif, komunikatif, dan memahami standar pelayanan secara komprehensif, sehingga mampu memberikan layanan terbaik kepada pimpinan maupun para pemangku kepentingan," tutur Dr. Rokhanah.

Guna memberikan wawasan lintas sektoral, Bimtek ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Kepala Subbagian Protokoler dan Akomodasi Mahkamah Agung RI, Awan Antariksa, S.H.; Kepala Subbagian Hubungan Keprotokolan Kementerian Dalam Negeri, Mahtup Basuki, S.STP., M.I.Kom.; serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Dicky Adinurwanto, S.Sos., M.M.

Selama dua hari, peserta dibekali materi penanganan tamu resmi, etika pelayanan, komunikasi kelembagaan, hingga koordinasi lintas unit. Para narasumber turut membagikan praktik terbaik (best practices) dari kacamata Mahkamah Agung, Kementerian, dan Pemerintah Daerah.

Suasana diskusi berlangsung dinamis. Peserta antusias mengurai persoalan lapangan, mulai dari pengelolaan agenda pimpinan hingga penanganan tamu kehormatan, yang langsung dijawab dengan solusi taktis oleh narasumber.

Pada sesi penutupan, Dr. Naffi, S.Ag., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang menyukseskan acara. Melalui Bimtek yang terselenggara secara luring dan daring ini, diharapkan aparatur keprotokolan peradilan agama semakin solid dalam memperkuat citra positif lembaga melalui kualitas layanan yang prima dan responsif.

 

Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp: MARINews