Muamar Azmar Mahmud Farig Muamar Azmar Mahmud Farig Hakim pada Pengadilan Negeri Poso

Hakim pada Pengadilan Negeri Poso bersertifikasi Hakim Anak, Mediator.

Konten
Selasa, 27 Mei 2025 15:54 WIB

Dilema Hakim dalam Sistem Peradilan Indonesia: Judicial Activism vs Judicial Restraint

Harus terus berupaya mencari keseimbangan yang terbaik dalam setiap kasus, dengan selalu mengingat bahwa tujuan akhir sistem peradilan adalah menegakkan keadilan dalam kerangka rule of law.

Jumat, 23 Mei 2025 15:14 WIB

Antara Pengawasan dan Peningkatan Kesejahteraan: Komparasi Teoretis terhadap Variabel yang Memengaruhi Hakim

Kesejahteraan yang memadai memungkinkan hakim untuk fokus pada tugasnya tanpa terganggu oleh masalah finansial. Sekaligus meningkatkan status sosial profesi sehingga mendorong rasa bangga dan tanggung jawab profesional.

Kamis, 22 Mei 2025 17:28 WIB

Forum Deliberatif: Pilar Baru Legitimasi Putusan Pengadilan di Era Pembaruan Peradilan Indonesia

Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip deliberasi demokratis ke dalam fungsi peradilan, pengadilan Indonesia dapat membangun fondasi legitimasi yang lebih kuat dan tahan lama.

Selasa, 20 Mei 2025 10:35 WIB

Intervensi Publik dalam Penjatuhan Putusan dan Upaya Mengatasinya Melalui Pendekatan Hyperrealism

Pendekatan hyperrealism menawarkan kerangka filosofis yang relevan dan aplikatif bagi hakim Indonesia dalam mengatasi tantangan intervensi publik dalam proses penjatuhan putusan.

Jumat, 16 Mei 2025 17:49 WIB

Hakim Sebagai Birokrat: Pergeseran Fungsi Hakim dalam Peradilan Modern Indonesia dan Kritik Terhadapnya

Reformasi harus diarahkan untuk memanusiakan birokrasi peradilan, menciptakan ruang bagi pertimbangan substantif di tengah tuntutan efisiensi formal.

Kamis, 24 April 2025 16:36 WIB

Melampaui Batas: Judicial Restraint dan Dilema Hakim Indonesia

Judicial restraint tetap menjadi panduan penting bagi hakim Indonesia, terutama dalam menerapkan batasan waktu dan jumlah hukuman. Namun, sistem hukum yang hidup membutuhkan fleksibilitas untuk menghadapi kompleksitas dan keunikan setiap perkara.

Senin, 21 April 2025 15:25 WIB

Karangan Bunga pada Pelantikan Pejabat Pengadilan: Kritik Semiotik atas Simbolisme Seremonial

Karangan bunga dalam pelantikan pejabat pengadilan bukan sekadar ornamen seremonial. Ia adalah bagian dari praktik simbolik yang menyampaikan makna sosial tertentu dan berpotensi menciptakan persepsi negatif terhadap independensi peradilan.

Kamis, 17 April 2025 11:12 WIB

Penerapan dan Kritik Atas Penggunaan Teknologi Berbasis Prinsip Predictive Justice di Pengadilan

Dengan pendekatan yang tepat, predictive justice dapat menjadi prinsip yang berharga dalam meningkatkan sistem peradilan, asalkan digunakan dengan cara yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan hak asasi manusia.

Jumat, 4 April 2025 08:27 WIB

Semiologi di Pengadilan: Analisis Tanda dan Makna dalam Proses Peradilan

Pengadilan merupakan arena di mana berbagai sistem tanda berinteraksi dan dielaborasi untuk mengkonstruksi makna dan kebenaran hukum.

Jumat, 21 Maret 2025 14:44 WIB

Hiperrealisme di Pengadilan: Konsep dan Penerapannya

Pendekatan ini mengakui keterbatasan epistemik dalam mengakses realitas objektif, tetapi tetap berkomitmen pada pencarian kebenaran melalui proses dialogis dan reflektif.