MARINews, Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menerima kunjungan Komisi Yudisial (KY) dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat kolaborasi kedua lembaga, pada Selasa (16/12).
Ketua MA, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. beserta jajaran pimpinan MA, menyambut baik kedatangan Ketua KY, Prof. Amzulian Rifai, S.H., LL.M., Ph.D., dan Wakil KY, Dr. Hj. Siti Nurdjanah, S.H., M.H.
Selain itu, hadir pula para anggota KY Periode Juli 2023-Desember 2025 lainnya, antara lain Ketua Bidang Rekrutmen Hakim, Drs. M. Taufiq HZ, M.HI., Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi, Prof. (HC) Dr. Joko Sasmito, S.H., M.H., dan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi, Prof. Dr. Mukti Fajar Nur Dewata, S.H., M.Hum.
Dalam pertemuan dibahas perihal refleksi kerjasama antara MA dengan KY yang mencakup tentang mekanisme atau pola penyelesaian urusan kerja, khususnya pada efisiensi birokrasi.
Hal itu, dengan mengutamakan komunikasi langsung yang responsif tanpa harus melalui prosedur birokrasi formal. Harapannya, sebagian besar urusan kerja dapat ditangani secara lebih efisien, cepat, dan fleksibel.
Pada pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab itu, turut diulas pengalaman konstruktif antara MA dengan KY.
Pembahasan juga mencakup pengalaman pemberitaan media terhadap kedua lembaga dan klarifikasi secara personal, dengan membagikan video sebagai bentuk transparansi dalam penyampaian informasi.
Menyadari adanya kelebihan dan kekurangan dari eksposur media, MA dan KY berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dan pengelolaan komunikasi media secara transparan dan konsisten, guna mencegah munculnya kesalahpahaman di masyarakat.
Pertemuan kedua lembaga tersebut, diakhiri dengan permohonan maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama pelaksanaan program kerja, khususnya periode 2023-2025.
Menutup pertemuan pada siang itu, MA dan KY menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dan menegaskan komitmen, untuk menjaga transparansi serta meningkatkan kepercayaan publik melalui kerja sama yang terus terjaga demi keberhasilan bersama.