MARINews, Manado – Ketua Pengadilan Tinggi Agama Manado, Drs. M. Arsyad M, S.H., M.H. secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan dan Pengawasan Layanan Peradilan yang diselenggarakan di Grand Luley Hotel, Manado, pada Selasa (9/6).
Rakor kali ini bertema ‘Memperkuat Sinergi dan Integritas Aparatur Peradilan yang Profesional, Akuntabel, dan Berorientasi pada Keadilan. Dalam pembinaannya, Ketua PTA Manado kembali mengingatkan pesan Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung yaitu dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas, menghindari pelayanan transaksional serta menghadirkan pelayanan yang berkarakter.
“Pengadilan Agama sampai saat ini masih eksis di tengah tantangan zaman, dikarenakan 2 hal yaitu Integritas dan Kejujuran. Ini adalah modal utama kita yang harus dijaga dengan baik. Tanpa keduanya, pelayanan kita akan tergerus dan kepercayaan publik akan hilang,”’. ujar Ketua PTA Manado.
Lebih lanjut, Ketua PTA Manado menekankan untuk selalu menjaga kondusifitas lingkungan kerja. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan peradilan merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen dalam satu sistem yang utuh. Hakim, kepaniteraan, dan kesekretariatan memiliki peran yang saling menopang dalam memastikan pelayanan peradilan berjalan dengan baik.
“Ibarat sebuah tubuh, tanpa dukungan dari organ didalamnya, maka tubuh tersebut tidak akan berfungsi dengan optimal. Apabila satu bagian lemah, maka kinerja seluruh sistem peradilan pun ikut terdampak,” ucapnya.
Ia kembali menegaskan pentingnya menjaga integritas sebagai mahkota bagi setiap aparatur peradilan. Ia menekankan agar tidak ada lagi praktik pelayanan yang bersifat transaksional dalam bentuk apa pun di lingkungan peradilan.
“Sertifikat hanyalah kertas, Implementasi adalah yang utama. Piagam WBK yang berada di kantor akan sia-sia jika masyarakat masih mengeluhkan pelayanan yang tidak transparan atau masih ada oknum yang mencoba mempermainkan kewenangan,” tambah Ketua PTA Manado.
Selain soal kinerja, ia juga mengajak seluruh aparatur untuk bijak dalam menggunakan media sosial serta menerapkan pola hidup sederhana.
“Jadikan media sosial untuk mensosialisasikan layanan peradilan dan citra baik pengadilan, pimpinan Mahkamah Agung tengah membangun profiling system agar aparatur tidak mempertontonkan kemewahan apalagi di media sosial,” tegasnya.
Menanggapi perkembangan zaman, ia mengajak aparatur peradilan agama untuk meningkatkan kompetensi di bidang ekonomi Syariah melalui Perma Nomor 4 Tahun 2025 tentang yang mengatur tentang tata cara bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengajukan dan mengadili gugatan perlindungan konsumen.
Sementara itu, Ketua PTA Manado memaparkan program prioritas Ditjen Badilag 2026.
Diantaranya Penguatan Integritas dan Akuntabilitas, Penguatan Kualitas Layanan Pengadilan, Penguatan Kelembagaan, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Penguatan Teknologi Informasi.
Menutup sambutannya, Ketua PTA Manado berharap melalui kegiatan rapat koordinasi tersebut akan lahir langkah-langkah nyata untuk memperkuat kualitas peradilan agama sekaligus memperteguh komitmen seluruh aparatur dalam menghadirkan peradilan yang bermartabat dan dipercaya masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan Rapat Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan 2026 juga dirangkaikan dengan penyerahan PTA Manado Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada satuan kerja peradilan agama yang menunjukkan kinerja, inovasi, dan pelayanan terbaik. Penghargaan meliputi beberapa kategori, di antaranya penilaian SIPP, keberhasilan mediasi terbanyak, pengelolaan website terbaik, hingga pemanfaatan e-Court untuk pengguna lain terbanyak.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Ketua PTA Manado, Drs. Mubarok, M.H. para Hakim Tinggi, pejabat struktural PTA Manado, jajaran pimpinan Pengadilan Agama Sewilayah PTA Manado termasuk para Ketua, Wakil Ketua, Panitera, Sekretaris, serta tamu undangan lainnya.
Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp: MARINews





