Jakarta – MARINews: Mahkamah Agung Republik Indonesia memasuki babak baru dalam proses seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Pratama Tahun Anggaran 2025.
Setelah resmi dibuka pada akhir Desember 2025, tahapan seleksi kini berlanjut ke profile assessment bagi para peserta.
Dalam seleksi terbuka tersebut, Mahkamah Agung membuka enam jabatan strategis yang dapat diikuti oleh pelamar dari internal Mahkamah Agung maupun dari kementerian/lembaga lain.
Enam jabatan yang dibuka meliputi:
1. Kepala Badan Pengawasan (Eselon Ia);
2. Inspektur Wilayah II Badan Pengawasan (Eselon IIa);
3. Inspektur Wilayah IV Badan Pengawasan (Eselon IIa);
4. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan Tata Usaha Negara (Eselon IIa);
5. Kepala Pusat Diklat Teknis Peradilan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan (Eselon IIa);
6. Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Urusan Administrasi (Eselon IIa).
Berdasarkan data panitia seleksi, tercatat sebanyak 38 orang mendaftar dalam proses ini.
Rinciannya, lima orang melamar pada jabatan JPT Madya dan 32 orang pada jabatan JPT Pratama.
Sementara itu, satu orang pelamar dinyatakan meninggal dunia, yakni almarhum Handry Argatama Ellion, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi, yang melamar pada jabatan Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.
Tahapan profile assessment JPT Madya dan Pratama resmi dibuka oleh Sekretaris Mahkamah Agung, Sugiyanto, S.H., M.H., pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Kantor Sekretariat Mahkamah Agung, di jalan A. Yani, Jakarta.
Dalam sambutannya, Sugiyanto menegaskan bahwa seleksi terbuka ini merupakan instrumen strategis untuk memastikan jabatan-jabatan kunci di lingkungan Mahkamah Agung diisi oleh insan terbaik. Menurutnya, selain kompetensi teknis dan manajerial, para calon pimpinan juga harus memiliki integritas moral, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai independensi peradilan.
Mantan Ketua Pengadilan Negeri Pati tersebut menjelaskan bahwa pelaksanaan assessment bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pola pikir, kemampuan analitis, pengambilan keputusan, kepemimpinan, serta integritas para peserta dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan secara bertanggung jawab.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan assessment dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi nilai kejujuran dan objektivitas, serta menunjukkan kemampuan terbaik sesuai dengan potensi dan kompetensi yang dimiliki,” ujar Sugiyanto.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, assessor, dan pihak terkait atas dedikasi dan profesionalisme dalam mempersiapkan serta menyelenggarakan kegiatan seleksi tersebut. Ia berharap seluruh ikhtiar yang telah dilakukan dapat memberikan hasil terbaik bagi Mahkamah Agung.
Setelah seluruh tahapan seleksi dilalui, panitia akan mengumumkan peserta yang dinyatakan lolos untuk mengisi jabatan-jabatan yang telah dilamarnya.

