Ramadan Tinggal 10 Hari, Berikut 4 Amalan yang Bisa Dilakukan

Edi menyampaikan setidaknya ada empat hal yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan sepuluh malam terakhir Ramadan.
  • view 201
Suasana Shaf Wanita ketika mendengar Kajian Ramadan di Masjid Al-Mahkamah Mahkamah Agung RI | Dok. Penulis
Suasana Shaf Wanita ketika mendengar Kajian Ramadan di Masjid Al-Mahkamah Mahkamah Agung RI | Dok. Penulis

MARINews, Jakarta - Ramadan tinggal sepuluh hari lagi. Inilah fase paling menentukan bagi umat Islam untuk meraih kemuliaan Ramadan. Dalam Kajian Ramadan di Masjid Al-Mahkamah Mahkamah Agung RI, Asisten Ketua Mahkamah Agung Dr. Edi Hudiata mengingatkan pentingnya memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Menurut Edi Hudiata, pada sepuluh malam terakhir Ramadan umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kesungguhan dalam beribadah. Sebab selama Ramadan, seluruh waktunya adalah ibadah, siangnya ibadah puasa, malamnya qiyamullail. Mengutip dari kitab Tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaili, Edi menyampaikan setidaknya ada empat hal yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan sepuluh malam terakhir Ramadan.

Pertama, lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Selain menjalankan puasa di siang hari, malam hari dihidupkan dengan salat malam dan berbagai ibadah lainnya.

Kedua, melaksanakan i’tikaf di masjid. I’tikaf merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai bentuk kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Ketiga, memaksimalkan waktu untuk beribadah. Menurutnya, sepuluh malam terakhir merupakan kesempatan berharga yang tidak boleh disia-siakan karena pada saat inilah peluang meraih Lailatul Qadar terbuka.

Keempat, berburu Lailatul Qadar. Istilah berburu digunakan karena tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan datangnya malam tersebut.

“Jangan sampai kita sibuk mencari Lailatul Qadar, tetapi tidak siap menyambutnya karena tidak sedang dalam keadaan beribadah,” ujarnya.

Mengutip tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaili, Edi Hudiata menjelaskan perbedaan antara Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar. Nuzulul Qur’an yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1–5.

Sementara itu, Lailatul Qadar adalah malam ketika Al-Qur’an diturunkan secara utuh dari Arsy ke langit dunia. Malam tersebut dimuliakan oleh Allah hingga nilainya lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan lebih dari 83 tahun.

Banyak ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Namun demikian, perbedaan awal puasa di berbagai tempat membuat banyak pertanyaan, jadi bagaimana menentukan tanggal ganjilnya?

Menurut Edi, Ulama mengatakan bahwa menentukan tanggal ganjilnya sebagaimana kita meyakini awal mula Ramadannya. Namun, banyak ulama juga mengatakan bahwa karena perbdaan menetukan awal Ramadan, bisa jadi malam ganjilnya terjadi di setiap malam, oleh karena itu, para ulama menyarankan, meskipun ada hadis yang menyatakan bahwa lailatul qadar akan datang pada malam-malam ganjil, tetapi tidak dipungkiri ia akan datang pada malam-malam genap. 

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah agar tidak melewatkan kemuliaan malam tersebut.

Dalam sebuah riwayat, Sayyidah Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai amalan terbaik yang dapat dilakukan pada malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW kemudian menganjurkan untuk memperbanyak membaca doa:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna. 
Yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pemaaf. Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah aku

“Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang diberi kesempatan bertemu dengan Lailatul Qadar,” harapnya.

Selama bulan Ramadan, Masjid Al-Mahkamah yang berada di lingkungan Kantor Mahkamah Agung RI menyelenggarakan Kajian Ramadan setiap hari setelah salat zuhur dengan menghadirkan berbagai penceramah dan tema keislaman yang berbeda setiap harinya. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai Mahkamah Agung serta dapat diakses masyarakat umum melalui siaran langsung pada kanal YouTube resmi Masjid Al-Mahkamah.

Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp : MARINews