MARINews, Gorontalo - Suasana berbeda tampak di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo setiap Jumat pagi.
Di tengah kesibukan menangani perkara dan administrasi peradilan, para hakim dan pegawai sejenak meninggalkan rutinitas pekerjaan untuk duduk bersama dalam sebuah majelis ilmu bernama DAHAGA, singkatan dari Duduk Bersama Bahas Agama.
Program yang digagas melalui pengurus Musholla Al-Ikhlas PN Gorontalo ini menjadi ruang spiritual sekaligus refleksi bagi seluruh aparatur pengadilan.
Setiap pekan, kegiatan pengajian tersebut diisi dengan tausiah dari para ustadz yang membahas beragam tema keagamaan, mulai dari Thaharah, nilai keikhlasan dalam bekerja, integritas, hingga pentingnya menjaga keseimbangan antara tugas dunia dan tanggung jawab akhirat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat namun hangat, di mana peserta tidak hanya mendengarkan tausiah, tetapi juga aktif berdiskusi.
KPN Gorontalo: DAHAGA Sarana Perkuat Nilai Spiritual
Ketua PN Gorontalo, Yusuf Syamsudin, S.H., M.H, dalam sambutannya, menyambut baik kegiatan majelis ilmu tersebut.
Ia berharap program ini dapat menjadi sarana memperkuat nilai spiritual bagi seluruh aparatur pengadilan.
"Semoga para hakim dan seluruh pegawai Pengadilan Negeri Gorontalo selain dapat menguasai ilmu terkait dengan pekerjaan masing-masing, juga diimbangi dengan pengetahuan tentang ilmu agama sebagai bekal dalam melaksanakan ibadah kepada Sang Khalik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung secara konsisten dan menjadi sarana pembinaan mental serta spiritual bagi seluruh aparatur di lingkungan PN Gorontalo.
Kegiatan majelis DAHAGA juga tidak berlangsung secara satu arah.
Setelah penyampaian tausiah, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berdiskusi langsung dengan penceramah.
Dalam sesi ini, berbagai pertanyaan muncul, mulai dari persoalan ibadah hingga nilai-nilai etika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Diskusi yang interaktif tersebut membuat suasana majelis semakin hidup dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi para peserta.
Tidak jarang, jawaban dari para ustaz juga dikaitkan dengan tantangan kehidupan modern dan dinamika pekerjaan, sehingga materi yang disampaikan terasa lebih kontekstual dan aplikatif.
Dengan adanya program DAHAGA, PN Gorontalo menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya profesional, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.
Majelis ilmu ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas besar menegakkan hukum dan keadilan, terdapat nilai-nilai spiritual yang harus terus dipelihara.
Ke depan, kegiatan DAHAGA diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lingkungan kerja lainnya untuk menghadirkan ruang-ruang pembelajaran spiritual yang mampu memperkuat moral, kebersamaan, dan integritas dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp : MARINews





