MARINews, Bandung – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag) Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., memberikan pembinaan kepada aparatur peradilan agama di Aula Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung pada Rabu (8/4).
Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri oleh pimpinan, hakim tinggi, panitera, sekretaris, serta pejabat struktural dan fungsional PTA Bandung.
Turut hadir pula para pimpinan, panitera, dan sekretaris Pengadilan Agama se-Jawa Barat, yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Pelaksanaan pembinaan berlangsung tertib dan interaktif dengan dipandu oleh Drs. H. Asrofi, S.H., M.H. selaku Wakil Ketua PTA Bandung yang bertindak sebagai moderator. Dalam arahannya, Dirjen Badilag menyampaikan pesan Ketua MA yang menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas aparatur peradilan.
Selain itu, seluruh jajaran juga diingatkan untuk memberikan pelayanan yang bebas dari praktik transaksional serta menjaga kondusifitas di lingkungan kerja.
“Kita harus memastikan bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan terus terjaga melalui integritas, profesionalitas, dan pelayanan yang bersih,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan kedudukan hakim memang sangat penting, namun keberhasilan lembaga peradilan tidak hanya ditentukan oleh aspek yudisial semata.
Administrasi perkara yang tertib, pelayanan terdepan kepada masyarakat, serta pengelolaan anggaran yang akuntabel menjadi pilar penting dalam mendukung kinerja peradilan yang modern dan terpercaya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan perkembangan terkait perluasan kewenangan peradilan agama, khususnya dalam penyelesaian sengketa gugatan terhadap Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) berbasis syariah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2025.
Sebagai langkah penguatan kelembagaan, Dirjen Badilag mengungkapkan rencana pembentukan Pengadilan Niaga Syariah guna meneguhkan kekhususan peradilan agama dalam menangani perkara ekonomi syariah yang semakin berkembang.
Di bidang peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Badilag juga menjalin kerja sama internasional dengan Kuwait dalam pelatihan ekonomi dan niaga syariah.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi aparatur dalam menghadapi dinamika perkara ekonomi syariah yang kian kompleks.
Selain itu, seluruh aparatur diingatkan untuk bijak dalam bermedia sosial. Penggunaan media sosial yang tidak tepat dapat memengaruhi persepsi publik terhadap integritas, kemandirian, dan kewibawaan lembaga peradilan.
Menutup arahannya, Dirjen Badilag menyampaikan pesan motivasi agar seluruh aparatur mampu meraih kesuksesan, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan keluarga.
“Mari kita pegang prinsip sukses bersama dan bersama-sama sukses,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H. secara resmi menutup Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PTA Bandung Tahun 2026.
Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian kegiatan Rakerda yang telah menghasilkan berbagai rumusan strategis dalam upaya meningkatkan kinerja dan pelayanan peradilan agama di wilayah Jawa Barat.