Kota Bandar Lampung - Rabu, 28 Januari 2026. Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag) Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. Muchlis, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja sekaligus pembinaan di Pengadilan Agama (PA) Tanjungkarang. Agenda tersebut bertujuan memperkuat kinerja, sinergi, dan integritas di lingkungan Peradilan Agama, khususnya di bawah wilayah Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung.
Acara pembinaan dimulai dengan pemaparan dari jajaran PA Tanjungkarang mengenai gambaran umum, capaian kinerja, serta berbagai inovasi yang telah diimplementasikan. Paparan tersebut memberikan ilustrasi menyeluruh tentang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Peradilan Agama, khususnya dalam rangka meningkatkan pelayanan hukum kepada masyarakat pencari keadilan.
Ketua PTA Bandar Lampung, Drs. H. Sahrudin, S.H., M.H.I., turut hadir memberikan arahan dan motivasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan membangun sinergi di lingkungan Peradilan Agama. Menurutnya, integritas dan soliditas aparatur merupakan fondasi utama dalam mewujudkan peradilan yang profesional, transparan, serta dipercaya oleh masyarakat luas. "Kekompakan dan integritas adalah harga mati. Hanya dengan keduanya, kita dapat menghadirkan Peradilan Agama yang bermartabat dan dapat diandalkan," ujar beliau dalam arahannya.
Setelah itu, pembinaan dilanjutkan oleh Dirjen Badilag, Drs. Muchlis, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pesan penting dari Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai pedoman serta landasan moral dan perilaku seluruh pegawai Peradilan Agama dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Selain itu, Dirjen Badilag menyoroti tiga pilar utama yang harus dipegang teguh oleh segenap insan Peradilan Agama dalam menjaga kewibawaan lembaga. Tiga pilar itu mencakup integritas, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kinerja. "Integritas menjadi pondasi, kualitas SDM adalah modal utama, dan kinerja merupakan bukti nyata pelayanan kita kepada masyarakat," tegasnya. Beliau mengingatkan, tanpa ketiganya, kepercayaan publik terhadap Peradilan Agama akan sulit terwujud secara optimal.
Dalam arahannya, Dirjen Badilag juga menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sederhana di lingkungan kerja peradilan. Pola hidup sederhana bukan hanya mencerminkan keteladanan aparatur, melainkan juga bentuk komitmen terhadap nilai-nilai integritas yang menjadi ruh Peradilan Agama. Menurutnya, gaya hidup sederhana akan menciptakan suasana kerja yang harmonis, jauh dari kecenderungan hedonisme, serta memperkuat semangat melayani masyarakat dengan tulus.
Tak lupa, beliau mengingatkan seluruh aparatur agar bijaksana dalam memanfaatkan media sosial. Dirjen Badilag menegaskan, penggunaan media sosial hendaknya tetap memperhatikan etika, menjaga citra institusi, serta memelihara kehormatan dan martabat peradilan. "Setiap aparatur harus sadar, apa pun yang diunggah di media sosial akan berdampak pada persepsi masyarakat terhadap lembaga peradilan," pungkasnya.

Dalam pembinaan tersebut para pegawai tampak antusias mengikuti rangkaian acara, dengan harapan dapat meningkatkan kinerja, kualitas layanan, serta kepercayaan publik terhadap lembaga Peradilan Agama di masa mendatang. Kunjungan dan pembinaan ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat kolaborasi serta menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Peradilan Agama dalam mewujudkan pelayanan hukum yang adil, transparan, dan bermartabat sesuai dengan amanat Mahkamah Agung Republik Indonesia.
