Jakarta – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) resmi membuka seleksi untuk mengisi kursi jabatan strategis di lingkungan peradilan agama. Berdasarkan surat resmi nomor 125/DJA/KP3.1.2/I/2026 tanggal 14 Januari 2026, Badilag mengumumkan pelaksanaan Fit and Proper Test bagi Calon Panitera Pengadilan Tingkat Banding (PTA/Mahkamah Syar’iyah Aceh).
Langkah ini diambil guna mengisi kekosongan jabatan Panitera di tingkat banding, sekaligus memastikan bahwa sosok yang terpilih memiliki integritas, kompetensi hukum yang mumpuni, serta adaptasi teknologi yang tinggi. Sebanyak 67 nama kandidat terpilih kini berada di bawah sorotan. Mereka merupakan talenta terbaik yang diproyeksikan untuk mengisi kekosongan jabatan strategis sekaligus menjadi motor penggerak integritas di level banding.
Seleksi Digital: Efisiensi di Era Peradilan Modern
Menyusul tren transformasi digital Mahkamah Agung, seleksi tahun ini kembali diselenggarakan secara virtual. Hal ini dilakukan untuk menjangkau para peserta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia tanpa mengabaikan efisiensi waktu dan anggaran.
Meski dilakukan secara daring, standar yang ditetapkan tidak main-main. Peserta dituntut memiliki rekam jejak yang bersih, di mana salah satu syarat utamanya adalah tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin sedang maupun berat dalam empat tahun terakhir.
Badilag menetapkan standar tinggi bagi para kandidat. Selain syarat administratif seperti golongan minimal IV/b dan usia maksimal 57 tahun, calon peserta harus berasal dari satuan kerja (Satker) yang berprestasi. Beberapa indikator kinerja Satker yang dinilai antara lain:
- Masuk dalam 50 besar peringkat kinerja triwulan tahun 2025.
- Pemanfaatan e-Court minimal 80%.
- Satuan kerja telah meraih predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) atau WBBM.
Tahapan Seleksi yang Ketat dan Holistik
Para kandidat akan melalui serangkaian ujian yang menguji kapasitas mereka secara menyeluruh (holistik), bukan hanya soal administrasi perkara, tetapi juga spiritualitas dan kepemimpinan. Berikut adalah jadwal penting yang perlu diperhatikan:
- Pendaftaran & Pengiriman Berkas: 14 – 21 Januari 2026 (melalui tautan: bit.ly/FnPPanPTA2026).
- Pengumuman Seleksi Administrasi: 26 Januari 2026.
- E-Test & Ujian Kompetensi IT: 30 Januari 2026 & 3 Februari 2026.
- Ujian Hafalan Al-Qur’an: 2 Februari 2026 (menitikberatkan pada ayat-ayat hukum).
- Profile Assessment & Wawancara: 18–27 Februari 2026.
- Pengumuman Hasil Akhir: 2 Maret 2026.
Peserta akan diuji langsung oleh jajaran Eselon I dan II Ditjen Badilag serta Ketua Pengadilan Tingkat Banding yang ditunjuk. Materi yang diujikan meliputi manajemen peradilan, hukum formil dan materiil (perdata dan jinayat), kode etik, hingga Leaderless Group Discussion (LGD) dalam tahapan profile assessment.
Melalui seleksi ketat ini, Mahkamah Agung berharap dapat melahirkan Panitera Tingkat Banding yang tidak hanya ahli dalam administrasi hukum, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mewujudkan peradilan agama yang modern, transparan, dan akuntabel.
Informasi lengkap mengenai daftar 67 nama peserta dan detail teknis lainnya dapat diakses melalui laman resmi Ditjen Badilag di https://badilag.mahkamahagung.go.id.