Kota Cimahi – Bertempat di area terbuka lantai satu Kantor Pengadilan Agama Kota Cimahi, diselenggarakan Peringatan Isra Mi‘raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H, pada Selasa (13/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh hakim, pejabat struktural dan fungsional, aparatur sipil negara (ASN), serta mahasiswa magang dan siswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ustaz H. Dadang Mahdar, S.H., dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari’ah Dra. Hj. Nina Raymala, S.H., M.H., yang disertai saritilawah oleh Nurma Yulia, S.H.
Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Kota Cimahi, Djulia Herjanara, S.Ag., S.H., M.H., menegaskan bahwa peringatan Isra Mi‘raj bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan menjadi momentum refleksi spiritual untuk menguatkan iman dan mengubah cara pandang kehidupan, khususnya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur peradilan.
Beliau menekankan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi‘raj seperti kedisiplinan dalam ibadah, integritas, serta tanggung jawab moral harus tercermin dalam sikap dan kinerja sehari-hari, sehingga mampu mendukung terwujudnya pelayanan peradilan yang profesional, berkeadilan, dan berintegritas di Pengadilan Agama Kota Cimahi.

Acara dilanjutkan dengan ceramah oleh Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I., Wakil Ketua Pengadilan Agama Kota Cimahi, yang menyampaikan hikmah Isra Mi‘raj dengan menekankan bahwa peristiwa Isra Mi‘raj bukanlah sekadar peristiwa historis yang diperingati setiap tahun, melainkan momentum ilahiah untuk berubah dan berbenah diri.
Beliau menjelaskan bahwa Isra Mi‘raj merupakan ajakan untuk naik kelas, naik kelas dalam keimanan, akhlak, dan cara pandang kehidupan. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk menjadikan shalat sebagai energi perubahan diri, pusat kehidupan, serta sumber kekuatan rohani dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Lebih lanjut disampaikan bahwa peringatan Isra Mi‘raj hendaknya tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi benar-benar meninggalkan jejak perubahan nyata dalam kualitas iman, ibadah, dan akhlak, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur peradilan.
Menurut beliau, Isra Mi‘raj bukan hanya kisah perjalanan Rasulullah SAW, melainkan juga cermin perjalanan iman yang seharusnya ditempuh setiap hari, dengan senantiasa menguatkan iman, menjaga shalat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar kehidupan senantiasa dipenuhi ketenangan batin dan kemuliaan akhlak.
