Ingin Ramadan Lebih Maksimal? Simak 4 Tips dari Kajian Masjid Al-Mahkamah

Selama bulan Ramadan, Masjid Al-Mahkamah yang berada di lingkungan Kantor Mahkamah Agung menyelenggarakan Kajian Ramadan setiap hari setelah salat zuhur.
Ustaz Zakariah Anshari terlihat menyampaikan Kajian Ramadan yang digelar di Masjid Al-Mahkamah | Dok. Youtube Masjid Al Mahkamah
Ustaz Zakariah Anshari terlihat menyampaikan Kajian Ramadan yang digelar di Masjid Al-Mahkamah | Dok. Youtube Masjid Al Mahkamah

Jakarta, MARINews: Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, melainkan momentum memperbaiki diri secara menyeluruh, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Pesan tersebut disampaikan oleh Ustaz Zakariah Anshari, Lc., M.Pd. dalam Kajian Ramadan yang digelar di Masjid Al-Mahkamah, Mahkamah Agung RI, Jakarta, pada Senin, 23 Februari 2026.

Selama bulan Ramadan, Masjid Al-Mahkamah yang berada di lingkungan Kantor Mahkamah Agung menyelenggarakan Kajian Ramadan setiap hari setelah salat zuhur. Kajian ini menghadirkan berbagai penceramah dengan tema yang berbeda setiap harinya, mulai dari ilmu tauhid, penguatan ibadah, akhlak, hingga refleksi kehidupan sosial keagamaan.

Tidak hanya diikuti oleh pegawai Mahkamah Agung, kegiatan ini juga dapat diakses masyarakat umum melalui layanan siaran langsung di kanal YouTube resmi Masjid Al-Mahkamah, sehingga manfaat kajian dapat menjangkau jamaah yang lebih luas.

Dalam ceramahnya, Ustaz Zakariah Anshari menegaskan bahwa kesuksesan menjalani Ramadan tidak datang dengan sendirinya. Diperlukan pemahaman, kesungguhan, serta niat yang benar agar bulan suci benar-benar membawa perubahan spiritual.

Ia kemudian membagikan empat tips agar Ramadan dapat dijalani secara lebih maksimal.

1. Memahami Keutamaan Ramadan

Langkah pertama adalah memahami kemuliaan bulan Ramadan. Rasulullah SAW selalu menyambut datangnya Ramadan dengan penuh kegembiraan dan menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim tentang datangnya bulan penuh keberkahan.

Di bulan Ramadan, Allah SWT membuka delapan pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, serta membelenggu setan. Di dalamnya juga terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.

Kesadaran akan keutamaan ini mendorong seorang muslim menjalani Ramadan dengan penuh kesungguhan, bukan sekadar rutinitas tahunan.

2. Memahami dan Menjaga Amalan Ramadan

Kesuksesan Ramadan sangat ditentukan oleh pemahaman terhadap amalan utama di dalamnya, di antaranya:

Qiyamullail (Salat Tarawih)

Rasulullah SAW menjanjikan bahwa siapa yang melaksanakan salat tarawih bersama imam hingga witir, maka ia seakan-akan telah menghidupkan malam sepenuhnya.

Puasa yang Berkualitas

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga akhlak agar tidak menyakiti orang lain melalui perkataan maupun perbuatan. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa orang yang berpuasa namun tetap berbuat zalim kepada sesama termasuk golongan yang merugi.

Kerugian tersebut bukan berkaitan dengan harta, melainkan hilangnya pahala karena dosa kepada manusia, seperti mencela, mencemooh, mengambil hak orang lain secara zalim, atau menyakiti sesama.

Menghidupkan 10 Hari Terakhir Ramadan

Sepuluh malam terakhir merupakan puncak ibadah Ramadan. Siapa yang menghidupkannya dengan sungguh-sungguh, Allah SWT menjanjikan ampunan dosa.

3. Mujahadah: Bersungguh-sungguh dalam Ibadah

Ramadan merupakan bulan latihan kesungguhan (mujahadah). Momentum ini menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Rasulullah SAW menjadi teladan dalam kesungguhan beribadah. Beliau melaksanakan qiyamullail hingga kakinya bengkak. Ketika Aisyah RA bertanya mengapa beliau tetap beribadah sedemikian berat padahal telah diampuni dosanya, Rasulullah menjawab:

“Tidak bolehkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?”

Bagi Rasulullah, ibadah merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

4. Meniatkan dan Menjaga Kebaikan

Kesuksesan Ramadan juga dimulai dari niat yang jelas sejak awal. Beberapa amalan yang dianjurkan niatnya antara lain:

  1. menjaga kualitas puasa, termasuk menjaga lisan dari ghibah dan dusta;
  2. konsisten melaksanakan salat tarawih berjamaah;
  3. membiasakan tadarus Al-Qur’an;
  4. memperbanyak sedekah, terutama memberi makan orang berbuka puasa;
  5. melaksanakan i’tikaf serta memakmurkan masjid;

Sebab, banyak orang berpuasa tetapi hanya memperoleh lapar dan haus karena tidak menjaga akhlaknya, tidak menjaga ucapan dan perilakunya.

Melalui rangkaian Kajian Ramadan dengan tema yang beragam setiap harinya, Masjid Al-Mahkamah diharapkan menjadi ruang pembelajaran spiritual yang terus menghidupkan semangat ibadah selama bulan suci bagi pegawai MA dan masyarakat pada umumnya.