Allah tidak membebani seseorang, kecuali sesuai kesanggupannya.” (Al-Baqarah [2]: 286). Kalimat suci ini seperti embun yang jatuh perlahan di atas hati. Ia menenangkan tanpa banyak kata. Seolah Tuhan berbisik kepada setiap jiwa yang sedang berjalan di jalan hidupnya.
Hidup memang menghadirkan tugas-tugas yang kadang terasa berat. Namun di dalam diri manusia telah disimpan kekuatan yang sering tidak disadari. Seperti benih yang diam di dalam tanah. Ia baru menunjukkan daya hidupnya ketika musim ujian datang.
Beban sering terlihat seperti batu besar di jalan. Padahal di baliknya tersimpan kesempatan untuk bertumbuh. Jiwa yang berjalan melewati ujian perlahan menemukan dirinya lebih kuat dari yang ia kira.
Sering kali manusia baru mengenal kekuatannya setelah melewati satu langkah sulit. Saat langkah itu terlewati, hati terasa lebih lapang. Seolah jiwa berkata pelan, “Ternyata aku mampu.”
Di balik setiap tanggung jawab terdapat kepercayaan Ilahi. Tuhan tidak menaruh beban secara acak. Ia menaruhnya dengan ukuran yang penuh kebijaksanaan, seperti seorang guru yang memahami kemampuan muridnya.
Ketika seseorang memikul sesuatu yang terasa berat, sesungguhnya ia sedang dilatih menjadi lebih kuat. Bukan dengan suara keras. Tetapi dengan proses yang pelan dan perlahan.
Seperti otot yang tumbuh karena latihan, jiwa pun berkembang karena pengalaman. Setiap kesulitan yang dilalui dengan sabar menambah kedalaman batin. Sedikit demi sedikit, hati menjadi lebih matang.
Ada saatnya manusia merasa lelah. Itu wajar dalam perjalanan panjang kehidupan. Namun di saat seperti itu, kalimat suci ini kembali menjadi cahaya yang menenangkan.
Ia mengingatkan bahwa di dalam diri kita ada cadangan kekuatan yang belum sepenuhnya digunakan. Tuhan mengetahui batasnya dengan sangat tepat. Bahkan lebih tepat daripada penilaian kita terhadap diri sendiri.
Karena itu, hidup tidak perlu dijalani dengan rasa khawatir. Setiap ujian datang bersama kemampuan untuk menghadapinya. Jalan yang tampak berat sebenarnya telah disertai bekal yang cukup.
Semakin jauh seseorang berjalan, semakin ia memahami rahasia ketenangan. Bahwa tidak ada beban yang datang tanpa ukuran. Semua telah ditimbang dengan keadilan yang sempurna.
Dengan demikian, hati belajar percaya. Bahwa setiap langkah yang dijalani bukan sekadar peristiwa. Ia adalah bagian dari perjalanan batin menuju kedewasaan yang lebih terang dan lebih damai.
Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp: MARINews





