Di tengah tantangan infrastruktur dan suasana Ramadhan, kegiatan ini menegaskan komitmen peradilan untuk menghadirkan pelayanan hukum yang inklusif, profesional, dan berintegritas.
Melalui refleksi ini, penulis menegaskan bahwa menjaga marwah lembaga peradilan hanya dapat diwujudkan dengan kejujuran yang hidup di sanubari, komitmen zero tolerance terhadap korupsi, serta pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat pencari keadilan.