Jakarta - Rangkaian kegiatan Laporan Tahunan (Laptah) Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia 2025 dan Pameran Kampung Hukum 2026 berlangsung khidmat sekaligus semarak.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah penampilan Tirta Band, yang berhasil menghadirkan nuansa berbeda melalui sajian musik inspiratif yang menggugah semangat para insan peradilan dari seluruh Indonesia, pada Senin (9/2) di Gedung MA, pada acara Pameran Kampung Hukum 2026.
Penampilan Tirta Band disaksikan langsung oleh Ketua MA beserta para pimpinan dan seluruh jajarannya, serta para Ketua Pengadilan Tinggi dan Ketua Pengadilan Negeri se-Indonesia yang hadir dalam agenda nasional tersebut.
Kehadiran para pimpinan lembaga peradilan tertinggi negara menjadikan penampilan ini semakin bermakna dan bersejarah.
Tirta Band digawangi oleh Deka Rachman sebagai lead vocal, didukung Zeni Zaenal M (gitar rhythm), Hakim PN Jakarta Pusat Ikbal Muhammad (gitar elektrik), WKPN Selong additional player Danar Wahyu N (drum), Ono Fajar Sulaksono (bass), dan Fajar Muharram Rosniadi (keyboard), Pengawai PN Jakarta pusat serta penampilan spesial featuring Annisa Duswara KPN Tanjung Jabung Timur dan Nova KPN Sarolangun.
Kolaborasi para personel tersebut menghadirkan harmoni musik yang solid, dinamis, dan mampu menghidupkan suasana acara.
Istimewanya, lagu-lagu yang dibawakan merupakan karya cipta dari sang lead vocal, Deka Rachman Budihanto, seorang hakim yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua PN Paringin.
Dengan latar belakang sebagai aparat peradilan, karya-karya tersebut lahir dari pengalaman, perenungan, serta perjalanan pengabdian dalam dunia hukum.
Dua lagu yang dibawakan, yakni “Rintihan Terletih” dan “Mahkamah Agung Bangkit”, sukses menarik perhatian seluruh hadirin.
Lagu Rintihan Terletih menyuarakan refleksi batin dan perjuangan insan peradilan dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Sementara itu, Mahkamah Agung Bangkit menghadirkan semangat optimisme, kebersamaan, dan tekad kuat untuk terus mendorong reformasi peradilan.
Sepanjang penampilan, antusiasme dan apresiasi tampak jelas dari para undangan yang hadir.
Musik yang berpadu dengan pesan moral dan nilai integritas tersebut menjadi pengingat, tugas peradilan tidak hanya dijalankan dengan kecakapan hukum, tetapi juga dengan hati nurani, dedikasi, dan semangat kebersamaan.
Penampilan Tirta Band pada Laptah MA 2025 dan Pameran Kampung Hukum 2026 tidak sekadar menjadi hiburan pengiring acara, melainkan juga simbol sinergi antara seni dan penegakan hukum, yang memperkuat semangat kebangkitan lembaga peradilan menuju sistem peradilan yang agung, berwibawa, dan berkeadilan.
Melalui momentum ini, MA kembali menegaskan komitmennya untuk terus melangkah maju, menjaga integritas, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan, seiring dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam setiap rangkaian kegiatan Laptah MA 2025.





