Samarinda – Selasa 27 Januari 2026. Keluarga besar Pengadilan Tinggi (PT) Kalimantan Timur menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan penuh khidmat. Bertempat di Ruang Sidang Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur. Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran hakim dan pegawai untuk memperkuat nilai-nilai integritas serta spiritualitas dalam menjalankan tugas penegakan hukum di Bumi Etam.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, H. Suwidya, S.H., LL.M., beserta para hakim tinggi, pejabat struktural, fungsional, dan seluruh staf di lingkungan Pengadilan Tinggi Kaltim. Dalam sambutannya, H. Suwidya memberikan pesan mendalam mengenai makna ibadah di lingkungan kerja. Ia menekankan bahwa pengabdian sebagai aparatur pengadilan harus diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. "Ibadah itu bukan hanya di tempat ibadah saja. Jadikanlah kantor sebagai tempat ibadah, sehingga dalam bekerja yang kita cari adalah kebaikan dan keberkahan, bukan sekadar mencari uang, apalagi uang syubhat, suap, atau korupsi," tegas Suwidya.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustaz Rudini, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Da’i Pramuka. Dalam ceramahnya, ia mengaitkan rukun salat dengan kedisiplinan seorang aparatur negara. Beliau menyampaikan, "Salat mendidik kita untuk tepat waktu, tertib, dan berintegritas. Dalam salat ada rukun yang sah, yang jika tidak ditegakkan, maka salat tidak sah. Ibarat buang angin saat salat, meski tidak berbunyi atau berbau, hanya kita dan Allah yang tahu bahwa salat itu sudah batal," jelas Ustaz Rudini.
Ia menambahkan bahwa prinsip ini sangat relevan dalam bekerja. "Sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan, meski tidak ada orang yang tahu, tetaplah itu sebuah kesalahan yang tidak dibenarkan. Jika prinsip kejujuran ini diterapkan, maka efisiensi pelayanan kepada masyarakat akan meningkat secara otomatis."
Peringatan Isra Mi’raj kali ini terasa istimewa dengan dilaksanakannya prosesi khataman Al-Qur'an oleh pegawai Pengadilan Tinggi Kaltim bersama Ustaz Rudini. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama demi kelancaran tugas-tugas penegakan hukum di wilayah Kalimantan Timur. Melalui kegiatan ini, Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus menyelaraskan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual dalam menjalankan roda organisasi, demi mewujudkan peradilan yang agung.



