Ramaikan Ramadan, MA Hadirkan Pesantren untuk Generasi Muda

Selama bulan suci ini, Masjid Al Mahkamah memang menyelenggarakan beragam kegiatan untuk meramaikan Ramadan.
Pesantren Ramadan Generasi Muda di Masjid Al Mahkamah | Dok. Okiawan
Pesantren Ramadan Generasi Muda di Masjid Al Mahkamah | Dok. Okiawan

MARINews, Jakarta — Suasana Masjid Al Mahkamah di kantor Mahkamah Agung selama Ramadan tampak lebih hidup dari biasanya. Anak-anak dan remaja hilir mudik, sebagian bersiap mengikuti salat berjemaah, sebagian lainnya berkumpul dalam halaqah kecil sambil membaca Al-Qur’an. Ramadan di masjid ini bukan sekadar ibadah rutin, tetapi juga ruang belajar para generasi muda dan bertumbuh bersama.

Selama bulan suci ini, Masjid Al Mahkamah memang menyelenggarakan beragam kegiatan untuk meramaikan Ramadan. Mulai dari salat berjemaah, buka puasa bersama, kajian Ramadan, i’tikaf, hingga pesantren anak yang menjadi salah satu program unggulan.

Pesantren Ramadan menjadi magnet tersendiri. Tahun ini merupakan kali kedua kegiatan ini dilaksanakan.

Tahun ini, Pesantren Ramadan digelar selama tiga hari, sejak Jumat (13/3/2026) hingga Ahad (15/3/2026), kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta yang terdiri atas 31 peserta putra dan 8 peserta putri, dengan rentang usia 6 hingga 17 tahun.

Menariknya, menurut Okiawan Waseso, panitia kegiatan Ramadan, bahwa seluruh kegiatan ini dapat diikuti secara gratis. 

“Pembiayaannya berasal dari dana infaq Ramadan keluarga besar Mahkamah Agung, mulai dari pimpinan, hakim agung, pejabat eselon I hingga IV, hakim yustisial, hingga para pegawai,” ujar Okiawan.

Sejak hari pertama, suasana kebersamaan sudah terasa. Kegiatan dimulai dari registrasi, pembukaan, hingga berbuka puasa bersama. Malam harinya diisi dengan salat tarawih berjemaah, dilanjutkan halaqah dan tadarus Al-Qur’an yang membuat masjid tetap hidup hingga larut malam.

Hari kedua menjadi momen paling padat. Peserta memulai aktivitas sejak dini hari dengan qiyamul lail, sahur bersama, hingga salat subuh berjemaah. Rangkaian kegiatan berlanjut dengan kajian, zikir pagi, halaqah Al-Qur’an, hingga kelas bahasa Arab. Di sela-sela itu, peserta juga diberi waktu beristirahat, termasuk qailulah, sebelum kembali melanjutkan aktivitas hingga malam.

Tidak hanya serius belajar, keceriaan juga hadir dalam berbagai sesi. Games dan interaksi antar peserta membuat suasana tetap hangat dan menyenangkan.

“Acaranya seru, ustadznya baik-baik, banyak games, jadi gak bikin lemes,” ujar Arya, peserta yang kini duduk di kelas 3 SMP.

Hal senada disampaikan Bara, siswa kelas 5 SD. “Aku senang ikut Pesantren Ramadan di sini, jadi banyak ilmu dan teman,” katanya.

Bahkan, kejutan di akhir kegiatan menjadi kenangan tersendiri bagi para peserta. “Yang membuat aku paling senang adalah di akhir pesantren aku dan teman-teman dapat THR dari panitia,” tutur Nadira, siswa kelas 4 SD, sambil tersenyum.

Terlihat Peserta Pesantren Ramadan menerima THR dengan wajah bahagia | Dok. Okiawan

Memasuki hari terakhir, suasana haru mulai terasa. Setelah rangkaian ibadah dan kajian, kegiatan ditutup dengan pembagian sertifikat, uang saku, dan bingkisan. Kegiatan ini juga kerja sama dengan Bank BSI KCP Mahkamah Agung. 

Bagi para peserta, tiga hari yang singkat ini meninggalkan pengalaman yang tak mudah dilupakan.

Pesantren Ramadan ini bukan sekadar kegiatan musiman, tetapi menjadi ruang pembinaan yang mempertemukan nilai ibadah, ilmu, dan kebersamaan. Di Masjid Al Mahkamah, Ramadan terasa lebih hidup dan generasi muda pun bisa mempelajari ilmu agama dengan cara yang menyenangkan.

 

Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp: MARINews