Ketua MA RI Pimpin Wisuda Purnabakti Ketua PT Kalimantan Timur

Saat menjabat pimpinan pengadilan tingkat pertama dan banding, banyak prestasi dan capaian kerja yang berhasil diperoleh satuan kerja yang dipimpinnya.
Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur menyelenggarakan wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur Nyoman Gede Wirya, S.H., M.H. pada Selasa 25 Maret 2025. Foto istimewa
Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur menyelenggarakan wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur Nyoman Gede Wirya, S.H., M.H. pada Selasa 25 Maret 2025. Foto istimewa

Pengadilan Tinggi (PT) Kalimantan Timur menyelenggarakan wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur Nyoman Gede Wirya, S.H., M.H. pada Selasa 25 Maret 2025.

Upacara yang dilaksanakan di Gedung Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur itu, dipimpin dan dihadiri secara langsung oleh Ketua MA RI Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H.

Dalam kegiatan dimaksud, hadir juga Wakil Ketua MA RI Bidang Non Yudisial, H. Suharto, S.H., M.Hum., Ketua Muda Perdata MA RI, I Gusti Agung Sumanatha, S.H., M.H., Ketua Muda Pidana MA RI, Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H., Ketua Muda Pengawasan MA RI, H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum, Panitera MA RI, Dr. Heru Pramono, S.H., M.Hum, Sekretaris MA RI, Sugiyanto, S.H., M.H. dan Dirjen Badilum MA RI, H. Bambang Myanto, S.H., M.H., para Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, Ketua Pengadilan Negeri sewilayah Kalimantan Timur, beserta tamu undangan yang berbahagia.

Nyoman Gede Wirya adalah sosok yang telah lama mengabdikan dirinya sebagai insan peradilan Indonesia. Pria yang lahir di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali pada 20 Maret 1958 itu, menempuh pendidikan di SDN Singaraja 1 sejak 1967 sampai dengan 1973, SMPN 2 Singaraja sejak 1974 sampai dengan 1977, dan SMA Negeri 1 Singaraja sejak 1977 sampai dengan 1980.

Kemudian menempuh pendidikan Strata 1 di Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar, Bali, dan memperoleh gelar Sarjana Hukum pada 1983. Selanjutnya pada 2010, Nyoman Gede Wirya memperoleh gelar Magister Hukum dari Universitas Narotama.

Tidak lama setelah menyelesaikan pendidikan sarjana hukum atau pada 1984,  Nyoman Gede Wirya menjadi calon hakim di Pengadilan Negeri Denpasar dan selanjutnya dilantik menjadi Hakim Pengadilan Negeri Fakfak, Papua pada 1986 sampai dengan 1987.

Adapun dedikasi tingginya terhadap dunia peradilan, membawa Nyoman Gede Wirya dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Gianyar pada 2002 sampai dengan 2004, dan promosi sebagai Ketua Pengadilan Negeri Gianyar pada 2004 sampai dengan 2006.

Kemudian pada 2006, dilantik sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar dan promosi sebagai Ketua Pengadilan Negeri Denpasar pada 2007 sampai dengan 2008. Kesuksesannya memimpin Pengadilan Negeri ibu kota Provinsi Bali, membuat Pimpinan Mahkamah Agung RI mempercayainya sebagai Ketua Pengadilan Negeri Surabaya pada 2008 sampai dengan 2010.

Setelah memimpin Pengadilan Negeri Surabaya selama kurang lebih tiga tahun, Nyoman Gede Wirya melanjutkan karirnya sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Makassar, Pengadilan Tinggi Denpasar, dan Pengadilan Tinggi Semarang. Kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Mataram dan diakhir masa dinasnya menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur sejak 2022. 

Saat menjabat pimpinan pengadilan tingkat pertama dan banding, banyak prestasi dan capaian kerja yang berhasil diperoleh satuan kerja yang dipimpinnya. 

Dalam sambutan upacara wisuda purnabakti Nyoman Gede Wirya, Ketua Mahkamah Agung RI menyampaikan melepas kepergian seorang yang telah lama mengabdikan dirinya untuk insan peradilan adalah suatu hal berat. Apalagi melepas Ketua Pengadilan Tinggi yang memimpin pelaksanaan kekuasaan kehakiman di tingkat banding dan menjadi kawal depan Mahkamah Agung RI, untuk membina serta mengawasi aparatur pengadilan di wilayah hukum Pengadilan Tinggi. 

“Semoga pengabdian Nyoman Gede Wirya untuk nusa bangsa, melalui dunia peradilan Indonesia menjadi pahala dihadapan Tuhan Yang Maha Esa dan atas nama seluruh keluarga besar Mahkamah Agung RI mengucapkan terimakasih kepada Nyoman Gede Wirya beserta keluarga. Kami berharap Nyoman Gede Wirya dan keluarga diberikan kesehatan serta dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” kata Ketua MA RI.

Upacara wisuda purnabakti ditutup dengan seremoni, para hadirin melepas Nyoman Gede Wirya beserta isteri meninggalkan gedung Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, yang disertai Ketua MA RI beserta istri dan Wakil Ketua MA RI Bidang Non Yudisial beserta istri.

Penulis: Adji Prakoso
Editor: Tim MariNews