Momentum Ramadhan, MA Perkuat Integritas Aparatur Berbasis Nilai Al-Qur’an

Kegiatan sebagai momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan MA itu, dihadiri oleh Ketua MA, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, para Ketua Kamar MA dan para Hakim Agung.
Ketua dan para Wakil Ketua MA Bersama Ustaz Koko Liem, SQ., MA. dalam Kegiatan Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an | Dok. Humas MA
Ketua dan para Wakil Ketua MA Bersama Ustaz Koko Liem, SQ., MA. dalam Kegiatan Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an | Dok. Humas MA

MARINews - Mahkamah Agung (MA) menggelar Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Al Mahkamah, pada Kamis (4/3).

Kegiatan sebagai momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan MA itu, dihadiri oleh Ketua MA, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, para Ketua Kamar MA dan para Hakim Agung.

Turut hadir Ketua DYK beserta pengurus serta para Pejabat Eselon MA dalam kegiatan yang bertajuk “Berakhlak Al-Qur’an IntegritasTerjaga, Rakyat Sejahtera” tersebut.

Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Dr. H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum., membuka kegiatan dengan mengajak para hadirin untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam membangun integritas aparatur peradilan.

“Al-Qur’an bukan hanya kitab ibadah, tetapi juga kitab etika, kitab keadilan, dan kitab integritas”, tegasnya.

Dr. Dwiarso mengutip firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 58, yang menegaskan perintah untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak serta menetapkan hukum secara adil.

Menurutnya, ayat tersebut menjadi fondasi etik bagi setiap hakim dan aparatur pengadilan. 

Amanah dan keadilan merupakan dua nilai utama yang harus melekat dalam setiap pelaksanaan tugas peradilan.

Integritas dalam Perspektif Al-Qur’an 

Lebih lanjut, Dr. Dwiarso menjelaskan, integritas dalam perspektif Al-Qur’an memiliki tiga dimensi utama, yaitu integritas spiritual, integritas moral, dan integritas sosial institusional. 

Integritas spiritual berkaitan dengan kesadaran bahwa setiap keputusan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. 

Sementara itu, integritas moral menuntut aparatur peradilan untuk menjauhkan diri dari hawa nafsu, kepentingan pribadi, serta berbagai bentuk penyimpangan etik. 

Adapun integritas sosial institusional diwujudkan melalui penegakan keadilan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

Refleksi Nuzulul Qur’an bagi Aparatur Peradilan

 Selaku Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, ia juga menekankan, penguatan integritas tidak hanya bertumpu pada individu, tetapi juga pada sistem yang berjalan di dalam lembaga peradilan. 

Menurutnya, tata kelola yang transparan, akuntabel, serta pengawasan yang kuat harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter aparatur yang kokoh.

 Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai utama yang membentuk karakter aparatur peradilan, antara lain shiddiq (kejujuran) dalam menyampaikan fakta dan data, amanah dalam menjaga kepercayaan jabatan, dan ‘adl (keadilan) dalam menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Momentum peringatan Nuzulul Qur’an, lanjutnya, harus menjadi refleksi bagi aparatur peradilan untuk memastikan setiap keputusan bebas dari kepentingan pribadi, pelayanan mencerminkan keadilan, dan jabatan dijaga sebagai amanah.

Ia menuturkan, marwah peradilan terletak pada kepercayaan publik. Kepercayaan tersebut, menurutnya, hanya dapat tumbuh dari integritas aparatur peradilan. 

“Ketika aparatur peradilan berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an, maka keadilan tidak hanya ditegakkan secara formal, tetapi juga dirasakan secara substansial oleh masyarakat”, ujar mantan Ketua Kamar Pengawasan MA itu.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh aparatur peradilan untuk menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan di bulan Ramadhan. Tetapi, sebagai pedoman dalam setiap pengambilan keputusan, kebijakan administrasi, serta pelayanan kepada para pencari keadilan.

Dr. Dwiarso berharap nilai-nilai tersebut dapat terus menuntun aparatur peradilan dalam menjaga integritas dan menegakkan keadilan.

Selanjutnya, kegiatan bergulir pada Ceramah Ramadhan dan Nuzulul Qur’an yang disampaikan oleh Ustaz Koko Liem, SQ., MA

Penulis: Nadia Yurisa Adila
Editor: Tim MariNews