Pesan Tegas Ketua MA Soal Pelayanan Transaksional: Pilihannya Mundur dan Penjara!

Dengan nada tegas, Ketua MA kembali mengingatkan agar jajarannya menghindari pelayanan transaksional.
Ketua Mahkamah Agung ketika menyampaikan pesan dalam acara pelantikan Hakim Tinggi Pemilah Perkara dan Panitera Pengganti pada Mahkamah Agung di Jakarta Selasa (3/2) | Dok. Humas MA
Ketua Mahkamah Agung ketika menyampaikan pesan dalam acara pelantikan Hakim Tinggi Pemilah Perkara dan Panitera Pengganti pada Mahkamah Agung di Jakarta Selasa (3/2) | Dok. Humas MA

MARINews, Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. kembali memberikan pesan tegas terkait pelayanan transaksional di lingkungan peradilan.

Dirinya mengingatkan negara telah memberikan peningkatan penghasilan yang signifikan bagi hakim. Hal tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus harapan agar hakim semakin berintegritas dan tidak mudah tergoda oleh praktik yang mencederai keadilan.

"Kenaikan kesejahteraan tersebut harus dimaknai sebagai penguat tanggung jawab moral, bukan sekedar peningkatan hak," ujar Ketua MA saat pelantikan Hakim Tinggi Pemilah Perkara dan Panitera Pengganti pada Mahkamah Agung di Jakarta Selasa (3/2).

Untuk itu, baginya tidak ada lagi alasan bagi hakim untuk tidak menjalankan kewajibannya secara profesional dan berintegritas.

"Saya menegaskan integritas adalah harga mati dan profesionalitas adalah keniscayaan. Jaga kehormatan diri saudara, jaga marwah lembaga pengadilan dan jadilah teladan bagi aparatur peradilan lainnya," ujarnya.

Dengan nada tegas, Ketua MA kembali mengingatkan agar jajarannya menghindari pelayanan transaksional.

"Sekali lagi saya sampaikan, kalau ada (pelayanan) transaksional tidak melihat berapa nilainya hanya dua kata, penjara dan berhenti. Sekali lagi saya tekankan, penjara dan berhenti. Siapapun, di sini saya tegaskan, jangan main-main," tegasnya.

Menurutnya, aparatur peradilan sudah diberikan haknya oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan. Untuk itu, ia mengajak agar hal tersebut dapat disyukuri dengan bekerja sepenuh hati.

Ketua MA mewanti-wanti dirinya telah meminta agar hakim yang tersangkut persoalan transaksional untuk ditindak tegas ke depannya.

"Saya sudah minta, tangkap hakim kalau masih ada main-main, siapa pun," pesannya.

Penulis: Satria Kusuma
Editor: Tim MariNews