Lewat Lomba Foto Peradilan 2025, Agit Wujudkan Mimpi ke Mahkamah Agung

“Dulu saya pernah bilang ke teman, kapan ya bisa ke Gedung Mahkamah Agung, kapan bisa berfoto bersama Ketua Mahkamah Agung.
Agit saat menerima piagam penghargaan dari Ketua Mahkamah Agung | dok. Humas MA
Agit saat menerima piagam penghargaan dari Ketua Mahkamah Agung | dok. Humas MA

Jakarta – MARINews: Mimpi sederhana yang pernah terucap bertahun lalu akhirnya terwujud bagi Agit Bayu Sumantri. Pegawai Pengadilan Negeri Koba itu untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di gedung Mahkamah Agung Republik Indonesia, bukan sebagai pengunjung biasa, melainkan sebagai pemenang Lomba Foto Peradilan 2025.

“Dulu saya pernah bilang ke teman, kapan ya bisa ke Gedung Mahkamah Agung, kapan bisa berfoto bersama Ketua Mahkamah Agung. Alhamdulillah, Allah mengabulkan lewat lomba ini,” ujar Agit.

Kehadiran Agit di Mahkamah Agung menjadi momen bersejarah dalam perjalanan kariernya. Selama tujuh tahun bertugas di Pengadilan Negeri Koba, kesempatan tersebut merupakan pengalaman pertama yang meninggalkan kesan mendalam baginya.

Agit merupakan putra asli Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat ini, ia bertugas di Subbagian Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan. Dalam kesehariannya, Agit menangani pengelolaan jaringan, administrasi aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), sinkronisasi dan pencadangan data, dokumentasi kegiatan, pengelolaan media sosial dan website kantor, hingga menjalankan tugas sebagai petugas penjaga sidang.

Keikutsertaannya dalam Lomba Foto Peradilan 2025 dilandasi keinginan untuk mengasah kreativitas, menambah pengalaman, sekaligus membanggakan keluarga dan satuan kerja tempatnya mengabdi. Sebelum mengikuti lomba, Agit menyiapkan ide dan konsep foto yang selaras dengan tema yang ditetapkan panitia.

Fotografi diakuinya sebagai bidang yang ia tekuni secara serius. Berbekal pembelajaran otodidak, Agit kerap mempelajari berbagai teknik dan sudut pandang pengambilan gambar dari beragam sumber.

“Setting kamera, pengambilan gambar, cara ngedit, saya belajar otodidak dari konten-konten viral terkait hal itu,” tuturnya singkat.

Dari beberapa pengambilan gambar yang dilakukan, Agit hanya mengirimkan satu foto untuk dilombakan. Foto tersebut diambil dalam satu kali pengambilan gambar dan melalui penyuntingan ringan berupa penyesuaian kontras dan pencahayaan. Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan menggunakan telepon genggam.

Foto karya Agit “Peradilan Inklusif: Sebuah Keniscayaan di PN Koba”.

Menurut Agit, foto yang ia kirimkan memuat pesan tentang peradilan yang inklusif dan humanis. Ia menilai, kualitas peradilan tidak semata diukur dari kebenaran putusan, tetapi juga dari sejauh mana sistem peradilan mampu memberikan akses dan perlakuan yang setara bagi setiap pencari keadilan.

Kabar penetapannya sebagai pemenang sempat membuat Agit terkejut. Pasalnya, lomba tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi fotografi.

“Senang sekali dan tidak menyangka bisa menjadi salah satu pemenang,” ujarnya.

Kebahagiaan itu semakin bertambah ketika para pemenang diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan secara langsung. Agit menempuh perjalanan dari Bangka Belitung menuju Jakarta melalui Bandara Pangkalpinang sebelum akhirnya tiba di ibu kota dan mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.

Dukungan dan ucapan selamat mengalir dari keluarga, pimpinan, hingga rekan-rekan kerjanya di Pengadilan Negeri Koba. Bagi Agit, dukungan tersebut menjadi penyemangat sekaligus kebanggaan karena dapat membawa nama baik satuan kerja.

Lulusan Universitas Budi Luhur jurusan Sistem Informasi ini juga dikenal memiliki minat di bidang musik selain fotografi. Ia merasakan dukungan pimpinan terhadap minat dan hobi yang ditekuninya, baik secara personal maupun institusional.

Selamat Agit, semoga karya-karyanya bisa menjadi salah satu media dalam mewujudkan misi Mahkamah Agung menjadi badan peradilan yang agung.