Lima Tahun Pertahankan Zero Sisa Perkara, PTA Yogyakarta Gelar Tasyakuran

Dengan balutan kegiatan yang sederhana, pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan penuh khidmat dan penuh makna.
Tasyakuran & Doa Bersama di PTA Yogyakarta | Foto : Dokumentasi Penulis
Tasyakuran & Doa Bersama di PTA Yogyakarta | Foto : Dokumentasi Penulis

MARINews, Yogyakarta - Hari kerja terakhir di penghujung tahun 2025 adalah momentum yang sangat istimewa bagi Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Yogyakarta. 

Bertempat di Aula PTA Yogyakarta, Rabu (31/12) digelar hajatan tasyakuran dan doa bersama bagi seluruh aparatur baik dari level pimpinan hingga staff. 

Dengan balutan kegiatan yang sederhana, pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan penuh khidmat dan penuh makna.

Tasyakuran ini diselenggarakan oleh PTA Yogyakarta sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan mempertahankan nihil (zero) sisa perkara dalam kinerja core business hingga tahun 2025.

Seiring status WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) yang disandang, tercatat dari tahun 2020-2025 PTA Yogyakarta mampu mempertahankan zero sisa perkara terus menerus meskipun mengalami tren kenaikan jumlah perkara dari tahun ke tahun.

Gayung bersambut dengan konsistensi capaian kinerja perkara, kinerja keuangan yang dicapai PTA Yogyakarta 2025 ini juga mengalami kenaikan. 

Tercatat kemampuan kinerja anggaran DIPA 01 Tahun Anggaran 2025 mampu menyerap 97.80% dari anggaran yang tersedia dan naik sebesar 2% dari tahun anggaran 2024. Senada kenaikan kinerja anggaran DIPA 01 tersebut, tercatat juga penyerapan DIPA 04 sebesar 99.69% dan naik sebesar 8% dari kemampuan penyerapan anggaran DIPA 04 tahun 2024. 

Sudah selayaknya kebahagian atas capaian kinerja ini diekspresikan dalam wujud syukur yang jauh dari kesan yang hingar bingar. 

Hal tersebut disampaikan oleh Drs. H. Achmad Hanifah, M.Hes., Ketua PTA Yogyakarta, dalam menyampaikan sambutan dalam pembukaan acara tasyakuran. 

Ia juga menyatakan, semua program kerja PTA Yogyakarta pada 2025 dapat berjalan dan terlaksana tanpa kendala yang berarti. 

Menutup sambutannya, beliau memberikan motivasi kepada seluruh aparatur untuk menyongsong tahun 2026 dan menjadikan tahun tersebut sebagai momentum meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Senada dengan Bapak Ketua, Dr. Drs. H. Abd. Ghoni, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA Yogyakarta dalam tausiyah menyampaikan tentang urgensi posisi hakim dalam menegakkan keadilan dalam berbagai perspektif pendekatan. 

Karena penegakan keadilan mempunyai dampak langsung di dunia bagi para pihak dan akan di timbang oleh Tuhan nanti ketika di akhirat. 

Demikian halnya dengan aparatur PTA yang lainnya hendaknya selalu kesadaran diri, kerendahan hati, dan komitmen perbaikan kinerja pada masa-masa yang akan datang. 

Untuk menyempurnakan rasa syukur atas nikmat yang diberikan, selanjutnya KH. Drs. Taufiqurrahman, S.H., M.H., Hakim Tinggi PTA Yogyakarta, melantunkan doa agar kenikmatan yang diperoleh selalu mendatangkan keberkahan dan semua warga PTA Yogyakarta selalu dalam lindunganNya.

Di penghujung acara, tidak lupa rasa syukur juga diwujudkan dalam bentuk pemotongan tumpeng. 

Nasi berbentuk kerucut dengan dilengkapi sayuran dan lauk yang bervariasi menjadi simbol sebuah kesempurnaan nikmat tuhan yang perlu untuk dibagi-bagi agar semua lapisan dapat merasakan kebahagian yang sama dalam menikmati anugerah Tuhan.