Jakarta – BUA: Pameran Kampung Hukum 2026 resmi dibuka. Prosesi pembukaan dilakukan dengan pementasan teatrikal monolog tentang keadilan dan tarian khas Aceh. Penampilan seni tersebut membuat pembukaan Pameran Kampung Hukum tahun ini terasa lebih hidup dan menarik. Lalu, disusul dengan penampilan angklung Ibu-ibu Dharmayukti Karini Mahkamah Agung, membuat pembukaan ini menjadi lebih meriah.
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., saat membuka secara resmi menegaskan bahwa Pameran Kampung Hukum bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, pameran ini diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Usai membuka pameran, Ketua Mahkamah Agung bersama jajaran pimpinan Mahkamah Agung langsung berkeliling mengunjungi booth peserta. Salah satu booth yang dikunjungi adalah Booth Badan Urusan Administrasi (BUA), yang tampil mencuri perhatian dalam rangkaian Pameran Kampung Hukum sebagai kegiatan pendamping Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2025.
Di Booth BUA, Ketua Mahkamah Agung disambut hangat oleh Kepala Badan Urusan Administrasi Dr. Sobandi, S.H., M.H., Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Sahwan, S.H., M.H., beserta jajaran. Pimpinan Mahkamah Agung tampak antusias meninjau berbagai informasi yang ditampilkan, terlebih karena Booth BUA tahun ini mengusung konsep budaya Aceh yang kuat dan berkarakter.
Pemilihan tema Aceh bukan tanpa alasan. Selain Aceh tengah menjadi perhatian publik sebagai tanda kepedulian dan solidaritas akibat bencana yang terjadi, provinsi paling barat Indonesia ini juga dikenal luas sebagai daerah dengan kekuatan budaya yang kokoh dan karakter masyarakatnya yang berani. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat BUA dalam menghadirkan layanan administrasi peradilan yang tangguh, terbuka, dan berpihak pada masyarakat.
Tak hanya konsepnya yang menarik, Booth BUA juga menempati lokasi yang sangat strategis. Berada tepat di pintu masuk utama Pameran Kampung Hukum, booth ini menjadi salah satu titik pertama yang mudah ditemukan pengunjung sejak memasuki area pameran. Lokasi tersebut membuat pengunjung dapat dengan cepat memperoleh informasi seputar layanan dan inovasi administrasi peradilan yang ditampilkan BUA.
Melalui konsep budaya Aceh, BUA menampilkan beragam capaian kinerja, program strategis, serta inovasi administrasi peradilan sepanjang tahun 2025. Informasi disajikan secara tematik, komunikatif, dan mudah dipahami, sehingga terasa lebih dekat, hangat, dan menarik bagi para pengunjung.
Ketua Mahkamah Agung mengapresiasi partisipasi BUA dalam Pameran Kampung Hukum 2026. Ia menilai penyajian informasi di Booth BUA tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan edukatif. Menurutnya, pameran semacam ini menjadi sarana transparansi sekaligus media edukasi hukum yang efektif bagi masyarakat.
Pameran Kampung Hukum 2026 terbuka untuk umum dan diikuti oleh berbagai kementerian, lembaga, bank mitra, serta unit kerja di lingkungan Mahkamah Agung. Pameran ini menjadi ruang interaksi yang menyenangkan antara dunia peradilan dan masyarakat.

Bagi masyarakat yang belum sempat berkunjung di hari pertama, jangan khawatir. Pameran Kampung Hukum masih akan berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026. Datang ya! Gratis, informatif, dan penuh keseruan.
Dan tentu saja, jangan lupa mampir ke Booth BUA. Lokasinya di pintu masuk utama, gampang ditemukan, banyak informasi menarik, serta berbagai gim seru dengan hadiah-hadiah yang sayang untuk dilewatkan.





