Dari ujung barat Gorontalo, di Pengadilan Negeri Tilamuta, layar-layar digital menjadi jendela penghubung bagi aparatur peradilan untuk menyaksikan Pameran Kampung Hukum 2025. Meski raga tak berada di lokasi pelaksanaan, hati dan pikiran mereka hadir sepenuhnya.
Ada rasa haru, bangga, dan keterikatan yang tumbuh sebuah kesadaran bahwa jarak geografis tak pernah benar-benar memisahkan semangat pengabdian.
Bagi aparatur Pengadilan Negeri Tilamuta, momen menyaksikan kegiatan ini dari kejauhan justru menghadirkan pengalaman reflektif yang mendalam. Mereka melihat wajah Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya tampil sebagai satu kesatuan: bergerak seirama, menyampaikan pesan yang sama, dan melangkah menuju tujuan yang serupa. Di balik keterbatasan kehadiran fisik, terasa jelas energi kebersamaan yang mengalir dari pusat hingga ke pelosok negeri.
Pameran Kampung Hukum 2025, dengan tema “Dengan Integritas Mahkamah Agung Berkualitas”, dibuka langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia dan dihadiri oleh pimpinan Mahkamah Agung, pimpinan Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri, serta aparatur Mahkamah Agung.
Bagi aparatur Pengadilan yang menyaksikan dari satuan kerja jauh dari ibu kota, kehadiran para pimpinan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kuat dari kepemimpinan yang menyatukan dan mengayomi seluruh warga peradilan tanpa sekat wilayah.
Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung menegaskanPameran Kampung Hukum memiliki peran strategis dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap Mahkamah Agung RI dan aparat penegak hukum di Indonesia.
Pesan ini, menggema hingga ke Tilamuta, menyentuh para aparatur yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat pencari keadilan. Mereka merasakan bahwa apa yang dikerjakan di ruang sidang sederhana di daerah adalah bagian tak terpisahkan dari wajah besar peradilan nasional.
Lewat pameran Kampung Hukum, masyarakat diajak untuk memahami hak-haknya, prosedur hukum, serta mekanisme penyelesaian perkara secara sah dan berkeadilan. Bagi aparatur yang menyaksikan dari kejauhan, pameran ini menjadi pengingat akan esensi tugas mereka: menghadirkan hukum yang mudah dipahami, humanis, dan berpihak pada kepastian serta keadilan.
Kampung Hukum tampil sebagai platform edukasi hukum yang membumi, menjembatani jarak antara norma hukum dan realitas kehidupan masyarakat.
Lebih dari itu, transparansi dan kemudahan akses yang ditampilkan dalam pameran ini menghadirkan rasa kedekatan antara lembaga peradilan dan publik.
Aparatur Pengadilan Negeri Tilamuta merasakan kebanggaan tersendiri melihat institusi tempat mereka mengabdi tampil terbuka, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ada keyakinan yang menguat bahwa kepercayaan publik dibangun dari kerja kolektif dari pusat hingga satuan kerja paling jauh.
Menyaksikan dari kejauhan, aparatur Pengadilan Negeri Tilamuta merasakan ayunan langkah sinergi warga Mahkamah Agung dan seluruh badan peradilan di bawahnya. Langkah-langkah itu mungkin diambil di tempat yang berbeda, namun iramanya sama.
Semua bergerak dalam satu barisan pengabdian, satu komitmen integritas, dan satu tujuan mulia, yakni menghadirkan peradilan yang agung, berkualitas, dan dipercaya masyarakat.
Dari Tilamuta, pesan itu dikirimkan ke seluruh penjuru negeri bahwa kami mungkin berjauhan, namun kami satu. Satu dalam semangat, satu dalam kerja, dan satu dalam menjaga marwah Mahkamah Agung Republik Indonesia.





