Simeulue - Jumat, 27 Februari 2026 Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di lingkungan Pengadilan Negeri Sinabang. Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh aparatur pengadilan, mulai dari para hakim, pejabat struktural dan fungsional, hingga staf dan tenaga pendukung, berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di kantor Pengadilan Negeri Sinabang. Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh keluarga dari aparatur pengadilan Negeri Sinabang, sehingga menambah nuansa kekeluargaan dalam momen penuh berkah tersebut. Buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi ruang silaturahmi, refleksi, sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadhan 1447 H.
Acara berlangsung sederhana namun khidmat, diawali dengan sambutan singkat dari Ketua Pengadilan Negeri Sinabang Riswandy, S.H., M.H., yang menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan sebagai ajang mempererat kebersamaan di antara seluruh aparatur Pengadilan Negeri Sinabang. Suasana kekeluargaan sudah terasa sejak awal, di mana para pegawai saling menyapa dan berbincang ringan sembari menanti tausyiah dan buka puasa bersama yang menjadi inti kegiatan. Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Muhazir, S.TP. Dalam penyampaiannya yang penuh keteduhan, beliau mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan 10 malam pertama Ramadhan sebagai pijakan awal memperbaiki kualitas ibadah.
Ustadz Muhazir menekankan pentingnya introspeksi diri. “Ramadhan adalah madrasah ruhaniyah,” ungkapnya. Ia mengajak hadirin untuk bertanya pada diri masing-masing, seberapa banyak amal yang telah dilakukan? Seberapa sungguh-sungguh shalat dijaga, Al-Qur’an dibaca, sedekah ditunaikan, dan lisan dikendalikan? Mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 18, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)”, beliau menegaskan bahwa introspeksi (muhasabah) adalah inti dari perbaikan diri.
Beliau juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi” (HR. Ahmad). Oleh karena itu, selagi masih berada di 10 malam pertama yang sarat dengan rahmat, setiap muslim hendaknya meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Tidak cukup hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hati dari iri dan dengki, menjaga sikap dari amarah, serta memperbanyak amal kebajikan. Tausyiah tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana namun menyentuh, sehingga para aparatur yang hadir tampak khusyuk menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Menjelang waktu berbuka, Ketua Pengadilan Negeri Sinabang, Riswandy, S.H., M.H., turut memberikan pesan. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya ukhuwah islamiyah di bulan suci Ramadhan. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan buka puasa bersama ini menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan di lingkungan Pengadilan Negeri Sinabang tetap terjaga dengan baik.
Beliau menyampaikan bahwa kekompakan dan kebersamaan seluruh aparatur bukan hanya mencerminkan solidaritas sebagai rekan kerja, tetapi juga sebagai sesama muslim yang dipersatukan dalam ikatan iman. Mengutip Surah Al-Hujurat ayat 10, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”, Ketua Pengadilan menegaskan bahwa ukhuwah islamiyah harus menjadi fondasi dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, saling mendukung, dan penuh rasa tanggung jawab.
Lebih lanjut, Riswandy, S.H., M.H. menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan adalah momentum refleksi diri, khususnya dalam menjaga integritas. Ia mengingatkan bahwa sebagai aparatur peradilan, integritas merupakan nilai utama yang tidak boleh ditawar. Ramadhan menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen moral dan spiritual, agar setiap tugas dan tanggung jawab dijalankan dengan penuh kejujuran, amanah, serta rasa tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Puasa melatih kita untuk jujur, bahkan ketika tidak ada yang melihat. Nilai inilah yang harus kita bawa dalam menjalankan tugas sehari-hari,” ungkap beliau. Ia menambahkan bahwa semangat Ramadhan hendaknya tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi juga berdampak pada peningkatan etos kerja dan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika adzan Maghrib berkumandang. Seluruh hadirin membatalkan puasa dengan hidangan sederhana yang telah disiapkan. Senyum dan sapa menghiasi setiap sudut ruangan, menciptakan nuansa hangat dan penuh kekeluargaan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa di balik tugas berat menegakkan hukum dan keadilan, terdapat ikatan persaudaraan yang kuat di antara aparatur Pengadilan Negeri Sinabang.
Kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan yang berkelanjutan. Ramadhan mengajarkan kesabaran, kejujuran, dan kepedulian nilai-nilai yang selaras dengan prinsip integritas dan profesionalisme dalam lembaga peradilan. Dengan semangat 10 malam pertama Ramadhan yang penuh rahmat, seluruh aparatur Pengadilan Negeri Sinabang diharapkan terus meningkatkan kualitas ibadah dan kinerja, sehingga keberkahan bulan suci benar-benar dirasakan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.





