Perkembangan industri hiburan Korea Selatan tidak hanya menghasilkan tontonan yang menghibur, tetapi juga menghadirkan berbagai narasi yang menggambarkan dinamika sosial, termasuk dunia hukum dan peradilan. Dalam beberapa tahun terakhir, drama Korea (drakor) bertema hukum semakin populer karena mampu menampilkan kompleksitas sistem peradilan melalui sudut pandang aparat penegak hukum, salah satunya hakim.
Hakim memiliki posisi yang sangat penting dalam sistem peradilan. Dalam perspektif teori negara hukum (rule of law), hakim merupakan aktor utama yang menjalankan fungsi kekuasaan kehakiman untuk menegakkan hukum dan keadilan secara independen. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada penerapan norma hukum secara formal, tetapi juga mencakup pertimbangan moral, sosial, dan kemanusiaan dalam menjatuhkan putusan.
Berbagai drama Korea bertema hukum mencoba merepresentasikan kompleksitas peran tersebut. Melalui alur cerita yang dramatik, drama-drama ini memperlihatkan bagaimana hakim menghadapi tekanan publik, dilema etika, hingga konflik antara keadilan formal dan keadilan substantif.
1. Hakim dan Dilema Keadilan dalam Juvenile Justice

Salah satu drama yang secara kuat menggambarkan kompleksitas peran hakim adalah Juvenile Justice. Drama ini berfokus pada seorang hakim yang menangani perkara pidana anak.
Melalui berbagai kasus yang ditampilkan, drama ini menunjukkan bahwa sistem peradilan anak tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga mempertimbangkan aspek perlindungan dan rehabilitasi terhadap anak pelaku kejahatan. Hakim dalam konteks ini dihadapkan pada dilema antara kebutuhan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku dan kewajiban untuk melindungi masa depan anak sebagai bagian dari generasi penerus.
Fenomena tersebut sejalan dengan prinsip peradilan anak dalam berbagai sistem hukum modern yang menekankan pendekatan restorative justice serta perlindungan hak anak dalam proses peradilan.
2. Realitas Kerja Hakim dalam Miss Hammurabi

Drama lain yang banyak mendapatkan apresiasi karena menggambarkan kehidupan hakim secara realistis adalah Miss Hammurabi.
Drama ini menarik karena ditulis oleh mantan hakim Korea Selatan sehingga berbagai kasus yang ditampilkan memiliki kedekatan dengan praktik peradilan sehari-hari. Alih-alih menghadirkan perkara besar yang spektakuler, drama ini justru menampilkan perkara-perkara yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti diskriminasi di tempat kerja, konflik rumah tangga, hingga sengketa antarwarga.
Melalui cerita tersebut, penonton dapat melihat bahwa peran hakim tidak hanya sekadar menafsirkan undang-undang, tetapi juga berupaya menyeimbangkan antara kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat. Hal ini mencerminkan pentingnya sensitivitas sosial dalam menjalankan fungsi peradilan.
3. Kritik terhadap Populisme Hukum dalam The Devil Judge

Berbeda dengan dua drama sebelumnya, The Devil Judge menghadirkan kritik yang lebih tajam terhadap hubungan antara hukum, kekuasaan, dan opini publik.
Drama ini menggambarkan sebuah sistem peradilan yang menjadikan persidangan sebagai tontonan publik melalui siaran televisi. Masyarakat bahkan dapat ikut memberikan suara dalam menentukan hukuman bagi terdakwa.
Konsep tersebut menjadi refleksi terhadap fenomena trial by public opinion, di mana tekanan masyarakat dan media dapat memengaruhi persepsi terhadap suatu perkara. Dalam konteks negara hukum, situasi tersebut berpotensi mengancam prinsip fundamental peradilan, seperti asas praduga tak bersalah dan independensi hakim dalam memutus perkara.
4. Integritas Hakim dalam Judge vs. Judge

Sementara itu, Judge vs. Judge menyoroti dinamika internal lembaga peradilan serta tantangan menjaga integritas dalam proses pengambilan keputusan.
Drama ini memperlihatkan bahwa hakim tidak hanya menghadapi persoalan hukum di ruang sidang, tetapi juga berbagai tekanan struktural maupun personal yang dapat mempengaruhi independensi dalam memutus perkara.
Hal tersebut menjadi pengingat bahwa integritas dan independensi hakim merupakan prasyarat utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
5. Makna Tanggung Jawab Hakim dalam Your Honor

Selain itu, drama Your Honor menghadirkan perspektif yang berbeda mengenai makna tanggung jawab seorang hakim.
Drama ini mengisahkan seorang mantan narapidana yang terpaksa menyamar sebagai saudara kembarnya yang merupakan seorang hakim. Tanpa memiliki latar belakang hukum, ia harus memimpin persidangan dan menjatuhkan putusan terhadap berbagai perkara.
Premis cerita tersebut menyoroti betapa besar tanggung jawab yang melekat pada profesi hakim. Putusan yang dijatuhkan oleh hakim tidak hanya menentukan nasib terdakwa, tetapi juga berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan. Dengan demikian, integritas, kompetensi, serta independensi menjadi unsur yang sangat penting dalam menjalankan fungsi peradilan.
Penutup
Drama Korea bertema hakim pada dasarnya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium refleksi terhadap berbagai persoalan dalam sistem peradilan. Melalui cerita yang disajikan, penonton dapat memahami bahwa proses penegakan hukum tidak selalu sederhana dan sering kali melibatkan dilema yang kompleks.
Bagi masyarakat, drama-drama tersebut dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya peran hakim dalam menjaga keadilan. Sementara bagi kalangan yang berkecimpung dalam dunia hukum, narasi tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap putusan pengadilan tidak hanya berdampak pada pihak yang berperkara, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap institusi peradilan itu sendiri.
Dengan demikian, representasi hakim dalam drama Korea memberikan gambaran bahwa peradilan tidak hanya berkaitan dengan penerapan norma hukum secara formal, tetapi juga dengan upaya mewujudkan keadilan substantif di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp : MARINews.





