Bandung – Dalam semangat berbagi dan mempererat kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan, Pengadilan Tinggi Agama Bandung (PTA Bandung) menggelar kegiatan Public Campaign dengan membagikan 1.000 paket takjil kepada masyarakat yang sedang melintas di Jalan Soekarno-Hatta tepatnya di depan Kantor PTA Bandung.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Ramadhan 1447 H / 05 Maret 2026 M, sebagai wujud nyata komitmen peradilan agama untuk tidak hanya menjalankan fungsi yudisial, tetapi juga hadir sebagai institusi yang peduli dan dekat dengan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Ashar berjamaah di Masjid Al Mahkamah PTA Bandung pada pukul 15.30 WIB. Usai shalat, pimpinan dan seluruh aparatur PTA Bandung melaksanakan pembagian takjil di depan kantor PTA Bandung. Pembagian dipimpin langsung oleh Ketua PTA Bandung, Dr. Abd. Hakim, M.H.I., didampingi Wakil Ketua PTA Bandung, Drs. H. Asrofi, S.H., M.H., serta diikuti oleh seluruh Hakim Tinggi, pejabat struktural dan fungsional, serta ASN PTA Bandung. Takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar menjelang waktu berbuka puasa dengan penuh antusias dan suasana kebersamaan.
Kegiatan ini tidak sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kedekatan emosional antara lembaga peradilan dan masyarakat. Nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial tercermin dalam kebersamaan seluruh aparatur PTA Bandung yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan walimah safar haji Ketua PTA Bandung, Dr. Abd. Hakim, M.H.I., beserta istri yang insya Allah akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah usai Ramadhan 1447 H, yang selanjutnya dirangkaikan dengan buka puasa bersama keluarga besar PTA Bandung. Suasana kekeluargaan dan kekhidmatan semakin terasa dalam momen tersebut, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan PTA Bandung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial tidak hanya hadir di bulan Ramadhan, tetapi juga terus tumbuh sebagai budaya kerja dan nilai pengabdian aparatur peradilan agama kepada masyarakat.





