Warga Pengadilan Alami Gangguan Tidur? Ini Solusi dari Rasul

Rupanya, sejak 1400 tahun lalu, Nabi Muhammad SAW telah memberikan tips mengatasi gangguan tidur yaitu dengan cara berwudhu sebelum tidur. (Artikel Serba Serbi Ramadhan Hari ke Sembilan Belas)
(Foto: Ilustrasi. Unsplash.com/s/photos/finance-islamic-syariah)
(Foto: Ilustrasi. Unsplash.com/s/photos/finance-islamic-syariah)

MARINews, Pasangkayu – Aparatur Pengadilan dihadapkan dengan tantangan pekerjaan yang tidak mudah, mulai dari beban perkara yang menumpuk, tingkat kompleksitas perkara yang rumit, serta tenggat waktu penyelesaian perkara yang terbatas.

Belum lagi tekanan dari masyarakat, dalam perkara yang menyorot perhatian publik juga memberikan beban tersendiri. 

Akibatnya Aparatur Pengadilan kerap mengalami stress dan overthinking yang menyebabkan terjadinya gangguan tidur.

Gangguan tidur atau sleep disorders sendiri merupakan kondisi yang memengaruhi kualitas, durasi, dan pola tidur, sehingga mengganggu fungsi tubuh, gangguan tidur yang sering ditemui biasanya seperti sulit tidur (insomnia) atau tidur berlebihan (hipersomnia). 

Rupanya, sejak 1400 tahun yang lalu, Nabi Muhammad SAW telah memberikan tips mengatasi gangguan tidur tersebut yaitu dengan cara berwudhu sebelum tidur.


Hal dimaksud, sesuai Hadist Riwayat Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710 yang berbunyi “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”

Perkataan Rasullulah yang terkenal dengan sifatnya yang Shiddiq (berkata jujur/benar) itu ternyata sejalan dengan sejumlah penelitian di bidang Kesehatan. 

Salah satunya mengutip artikel Fakumi Medical Journal Vol.2 No.4 pada tahun 2022, yang menjelaskan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test atau uji statistik nonparametrik yang menunjukan  terdapat peningkatan kualitas tidur signifikan setelah melakukan wudhu menjelang tidur. 

Wudhu memberikan efek massage (pijatan) yang dapat mendorong tubuh untuk mengeluarkan hormon endorfin sehingga memberikan rasa nyaman. 

Ketika tubuh merasa nyaman, saraf yang bekerja yaitu parasimpatik akan menurunkan semua fungsi yang dinaikkan oleh saraf simpatik sehingga terjadi relaksasi. 

Relaksasi tersebut, kemudian menjadikan tubuh dan pikiran lebih rileks sehingga memudahkan seseorang untuk masuk ke kondisi tidur.

Tidak hanya itu, dalam gerakan-gerakan wudhu yang diajarkan Rasullulah juga terdapat hikmah yang luar biasa bagi Kesehatan, misalnya saja dalam gerakan membasuh tangan dan menggosok sela-sela jari akan memperlancar aliran darah. 

Dampak positifnya kebutuhan oksigen terpenuhi dan air yang mengalir memberikan rasa damai dan tentram. Kemudian, saat berkumur akan menggerakan otot-otot yang efeknya wajah menjadi rileks. 

Demikian juga, membasuhkan air ke wajah, tangan, dan kepala dapat mengurangi kecemasan dan stress. Kemudian ketika membasuh telinga dapat meningkatkan konsentrasi seseorang, terakhir ketika membasuh kaki maka aliran darah pada kaki menjadi lebih lancar.

Subhanallah, semoga anjuran Rasullulah tersebut dapat dipraktekan secara rutin, selain berpahala karena telah melaksanakan sunnah juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Referensi:

  •  Hadist Riwayat Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710
  • Eka Dewi Mulyani, Dkk, “Pengaruh Wudhu Menjelang Tidur Terhadap Peningkaan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa” Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol.2 No.4 (April, 2022).

Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp : MARINews

Penulis: Bili Achmad
Editor: Adji Prakoso