Optimalkan 10 Malam Terakhir Ramadhan di Tengah Kesibukan

Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk mencari malam lailatul qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.  (Artikel Serba Serbi Ramadhan Hari ke Dua Puluh)
  • view 1299
Foto Ilustrasi | Freepik.com
Foto Ilustrasi | Freepik.com

MARINews, Sambas-Bulan Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri. 

Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan semangat beribadah seharusnya semakin ditingkatkan karena pada malam-malam tersebut terdapat malam lailatul qadar. 

Bagi aparatur pengadilan termasuk hakim, Ramadhan seringkali tetap diwarnai dengan kesibukan pekerjaan, selain kegiatan persidangan terdapat pula berbagai tugas lain seperti penyelesaian administrasi perkara, penyusunan laporan, pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, hingga pekerjaan administrasi pelengkap lainnya, dan bagi satuan kerja yang punya beban perkara tinggi tidak jarang terdapat sidang yang harus diselesaikan hingga larut malam.

Meski demikian, kesibukan tersebut tidak seharusnya mengurangi kesempatan untuk meraih keberkahan sepuluh malam terakhir Ramadhan, karena kita sebagai umat islam menyadari bahwa apakah akan menemui Ramadhan di tahun depan atau tidak. 

Maka, walaupun ditengah kesibukan hingga larut malam Aparatur peradilan harus tetap memanfaatkan sepuluh hari terkhir ramadhan dengan maksimal, berikut penulis sampaikan tips atau kiat-kita beribadah disela-sela kesibukan bekerja.

Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan

Sepuluh malam terakhir Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Pada malam-malam tersebut terdapat lailatul qadar yaitu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Bahkan Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3). 

Ada dua hal pada Malam lailatul qadar tersebut, pertama setiap ibadah yang  dilakukan  kaum muslimin dinilai lebih baik dari seribu  bulan. Kedua, pada malam lailatul qadar para  malaikat  dipimpin  oleh  Malaikat  Jibril  turun  ke bumi  menyapa  setiap  orang  mukmin  dengan  kedamaian  dan  kesejahteraan.

Keutamaan 10 hari  terakhir ramadhan ini membuat Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada sepuluh malam terakhir. 

Dalam sebuah hadis disebutkan: “Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk mencari malam lailatul qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan. 

Hal ini, sebagaimana sabda beliau yakni “carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Keutamaan dimaksud, menunjukkan sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena "barangsiapa menegakkan lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (H. R.al-Bukhari). 

Adapun cara menghidupka 10 malam terakhir menurut ulama fikih adalah sunah dan caranya dengan cara shalat, membaca al-Qur’an, dzikir, dan doa serta amal saleh lainnya.

Tips Meningkatkan Ibadah di Tengah Kesibukan Pekerjaan Aparatur Pengadilan

Bagi aparatur pengadilan yang memiliki tanggung jawab pekerjaan cukup padat, memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, tentu memerlukan pengelolaan waktu yang baik, beberapa langkah sederhana berikut dapat dilakukan untuk tetap menjaga kualitas ibadah.

Pertama, menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Ketika tugas dijalankan dengan jujur, amanah, dan penuh tanggung jawab, maka pekerjaan tersebut juga bernilai ibadah. 

Dalam Islam keadilan merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan…” (QS. An-Nahl: 90). 

Ayat tersebut, mengingatkan menjalankan tugas secara adil dan profesional juga merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai agama, maka dari itu penting meniatkan pekerjaan sebagai ibadah, sehingga pekerjaan yang dikerjakan sampai malam tidak sia-sia dan insyaallah dicatat sebagai Ibadah.

Kedua, memanfaatkan waktu singkat untuk berzikir dan berdoa. Di sela-sela aktivitas pekerjaan aparatur pengadilan dapat meluangkan waktu untuk membaca zikir atau doa.

Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa pada malam lailatul qadar, doa yang diajarkan oleh Rasul adalah “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku. (HR. Tirmidzi). 

Maka, ditengah pekerjaan yang sedang dilakukan, sebaiknya dalam hati tetap berdzikir serta berdoa kepada Allah SWT, bentuk doa dan dzikir tidak terbatas jenisnya, termasuk dapat berdoa dan berdzikir sesuai yang sering kita bacakan sehari-hari atau seusai sholat.

Ketiga, meluangkan waktu membaca Al-Qur’an meskipun dalam waktu singkat. Ramadhan dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur’an, karena itu membaca Al-Qur’an pada bulan ini memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana firman Allah SWT yakni “Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…”(QS. Al-Baqarah: 185). 

Membaca beberapa ayat Al-Qur’an setiap hari tetap memberikan keberkahan meskipun dilakukan di tengah kesibukan pekerjaan. Sehingga disela-sela pekerjaan, saat istirahat untuk sholat dapat meluangkan membaca al quran beberapa ayat, karena membaca Alquran secara konsisten meskipun sedikit lebih baik, daripada membaca banyak namun tidak konsisten.

Keempat, menjaga salat malam meskipun hanya beberapa rakaat.Salat malam merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. 

Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Maka, aparatur pengadilan tetap dapat melaksanakan salat tahajud secara sederhana, misalnya dua atau empat rakaat sebelum sahur.

Pada akhirnya, sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri. Bagi aparatur pengadilan kesibukan pekerjaan tidak harus menjadi penghalang untuk meraih keberkahan tersebut. 

Dengan niat yang tulus serta pengelolaan waktu yang baik, aparatur pengadilan tetap dapat memanfaatkan malam-malam penuh kemuliaan dimaksud, guna mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadhan juga dapat memperkuat integritas, tanggung jawab, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas di Mahakamah Agung.

Referensi

  1. Akbar, Taufik. "Interpretasi QS. Al-Qadr Dan Relevansinya Dengan Tradisi Malam Ganjil Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan Masyarakat Desa Ambawang Kuala, Kubu Raya, Kalimantan Barat." Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 1.6 (2022): 97-119.
  2. Hamid, Faathir Fat-Hel. Hadis-Hadis Tentang Lailatul Qadar Dalam Kitab Fahdail'amal Karya Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi: Studi Takhrij Hadis. Diss. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2017.
  3. Luthfi, Hikmatul. "Lailatulqadar Perspektif Ahmad Al-Shawi." Jurnal al-Fath 16.2022 (2022).

 

Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp: MARINews