Ketua Mahkamah Agung Pimpin Wisuda Purnabakti Kepala Pengadilan Militer Utama

Kegiatan acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung, dilanjutkan pembacaan doa oleh Analis Perkara Peradilan Pengadilan Militer Utama
Ketua Mahkamah Agung dalam kegiatan Wisuda Purnabakti Kepala Pengadilan Militer Utama | Dok. Penulis
Ketua Mahkamah Agung dalam kegiatan Wisuda Purnabakti Kepala Pengadilan Militer Utama | Dok. Penulis

MARINews, Jakarta – Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. memimpin langsung prosesi wisuda purnabakti Kepala Pengadilan Militer Utama, Laksda TNI. Ismu Edy Aryanto, S.H., M.H. pada Selasa (27/1).

Wisuda purnabakti tersebut, bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Militer Utama, Jakarta. 

Turut hadir dalam acara ini Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, H. Suharto, S.H., M.Hum., Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. Ketua Kamar Militer, Hidayat Manao, Para Hakim Agung, Pelaksana Tugas Panitera, Sekretaris Mahkamah Agung, Dirjen Badimiltun, serta Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI.

Kegiatan acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung, dilanjutkan pembacaan doa oleh Analis Perkara Peradilan Pengadilan Militer Utama, Syarif Hasan, Lc.

Sementara itu, Letkol. Iyah Syafriah, S.H., M.H. membacakan surat keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor SKEP 3831/XII/2025 tentang pemberian hak pensiun. Kemudian dilanjutkan penanggalan tanda jabatan dan penyematan bunga melati kepada wisudawan serta penyerahan plakat Mahkamah Agung yang diberikan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H.

Prosesi dilanjutkan dengan pemberian bunga kepada istri wisudawan, Dewi Retno Ambarwati Ismu yang diserahkan oleh istri Ketua Mahkamah Agung RI, Sri Anggarwati Sunarto selaku Ketua Umum Dharmayukti Karini.

Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. dalam sambutannya memberi pesan agar selalu meniru suri tauladani baginda Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai pedoman dalam mengarungi kehidupan sehari-hari.

‘Pengabdian selama 34 tahun baik sebagai prajurit TNI, maupun sebagai hakim dan pimpinan di lingkungan peradilan militer tentu bukan perjalanan singkat dan sederhana, ia adalah rentan waktu yang panjang dan tersarat makna serta pengalaman yang tak akan pernah lupakan selama hidup saudara’. Ujar Prof. Sunarto.

‘Mengakhiri amanah dengan kepala tegak adalah capaian moral yang tidak mampu diraih oleh semua orang. Oleh karena itu, purnabakti bukan semata menandakan akhir masa kedinasan melainkan bukti bahwa sebuah tanggungjawab telah ditunaikan dengan paripurna’. Pungkas Prof. Sunarto.

Acara diakhiri dengan kirab wisudawan purnabakti yang diikuti Laksda. Ismu Edy beserta istri, didampingi oleh Ketua Mahkamah Agung RI dan istri, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama, para hakim Militer Utama dan para Kepala Pengadilan Militer Tinggi diiringi lagu hymne TNI.