Spirit Ramadhan PN Dataran Hunipopu: Kokohkan Kebersamaan Lewat Siraman Rohani

Melalui kultum bertema keteladanan Nabi Muhammad SAW, seluruh jajaran diharapkan mampu mengorelasikan disiplin berpuasa dengan peningkatan profesionalisme serta komitmen pelayanan keadilan di wilayah Seram Bagian Barat.
(Foto: Spirit Ramadhan PN Dataran Hunipopu: Kokohkan Kebersamaan Lewat Siraman Rohani | Dok. PN Dataran Hunipopu)
(Foto: Spirit Ramadhan PN Dataran Hunipopu: Kokohkan Kebersamaan Lewat Siraman Rohani | Dok. PN Dataran Hunipopu)

Seram Bagian Barat - Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku mengadakan kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) bakda sholat zuhur dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, pada Senin (23/2/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan pada bulan yang menurut agama Islam dikenal sebagai bulan yang penuh berkah, sehingga segala bentuk ibadah yang bersifat sunnah dinilai mendapatkan lipatan atau ganjaran pahala yang berlipat daripada bulan-bulan yang lain.

Kultum yang bertujuan untuk memberikan siraman rohani untuk memperkuat ukhuwah islamiah agar mengokohkan kebersamaan sesama umat muslim bagi seluruh pegawai dan seluruh jajaran pejabat struktural maupun fungsional termasuk PPPK serta tenaga outsourching PN Dataran Hunipopu. Kultum disampaikan langsung oleh Harries Konstituanto, S.H., M.Kn., Wakil Ketua PN Dataran Hunipopu yang dilaksanakan di Musholla “Al-MIZAN” PN Dataran Hunupopu.

Materi yang disampaikan yakni seputar makna berpuasa di bulan suci ramadhan bagi umat muslim: 

  1. Pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW dalam setiap peran yang kita jalani, sebab Rasullah SAW adalah contoh yang sempurna bagaimana mengendalikan hawa nafsu dalam berbagai posisi kehidupan: sebagai pemimpin, sebagai bawahan, dan sebagai rekan kerja.
  2. Berpuasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus tetapi juga pengendalian diri dari perbuatan yang tercela seperti menahan hawan nafsu yang sifatnya birahi, kesombongan, sifat iri hari yang jelas-jelas merusak dan sifat emosional dalam diri.
  3. Berpuasa khususnya di bulan suci ramadhan merupakan bentuk wujud peningkatan ketakwaan terhadap Allah SWT, karena melaksanakan salah satu rukun islam yang ke-4 yakni dalam bentuk (menyelenggarakan sholat berjamaah, buka puasa bersama dengan rekan sejawat maupun pegawai kantor).
  4. Berpuasa sebagai media peningkatan kualitas diri khususnya dikaitkan dengan etos dalam bekerja, yakni dimulai dengan proses pembersihan jiwa (menghapus dosa-dosa masa lalu) apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh, sebagai bentuk peningkatan disiplin (manajemen waktu saat sahur dan berbuka) sehingga dapat berkorelasi dengan disiplin masuk dan pulang kantor termasuk jam istirahat serta disiplin dalam menyelesaikan tugas-tugas kantor.

Dengan diselenggarakannya kegiatan kultum ini diharapkan dapat meningkatkan ukhuwah islamiah dan rasa kebersamaan yang kompak tanpa melihat adanya perbedaan pangkat, golongan maupun jabatan dalam menjalankan tugas kedinasan. Selain itu juga diharapkan dapat mempererat jalinan silaturahmi yang kuat dengan sesama umat muslim, meskipun di tengah pelaksanaan ibadah puasa di bulan ramadhan, bukan sebagai bentuk halangan bagi PN Dataran Hunipopu untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan bagi para pencari keadilan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Mahkamah Agung RI yakni Terwujudnya Badan Peradilan Yang Agung.