MARINews, Palangkaraya-Pengadilan Tinggi Palangkaraya menyelenggarakan serangkaian kegiatan meriah dalam rangka memperingati dua momentum bersejarah, yakni Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna dalam memperkuat semangat kebersamaan, integritas, serta dedikasi aparatur peradilan.
Rangkaian peringatan dimulai pada 25 Juli 2025 dengan pelepasan balon oleh Ketua Pengadilan Tinggi Palangkaraya, Dr. Pujiastuti Handayani, S.H., M.H. Pelepasan balon tersebut menjadi simbol dimulainya berbagai perlombaan internal yang mengusung nilai solidaritas dan kerja sama antarpegawai.
Selain itu, digelar pula Jalan Sehat yang merefleksikan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani dalam menjalankan tugas peradilan. Kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen aparatur dalam melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa melalui pengabdian yang adil, profesional, dan berintegritas.
Puncak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera yang dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palangkaraya, Muhammad Damis, S.H., M.H. Upacara diikuti oleh Hakim Tinggi, Hakim Ad Hoc, Panitera, Sekretaris, pejabat struktural dan fungsional, ASN, PPNPN, serta anggota Dharmayukti Karini Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan Piagam Satyalancana Karya Satya kepada pegawai yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas aparatur negara.
HUT Mahkamah Agung ke-80: Pengadilan Bermartabat, Negara Berdaulat
Memasuki rangkaian peringatan HUT Mahkamah Agung RI ke-80, Pengadilan Tinggi Palangkaraya menggelar upacara dan syukuran yang diikuti serentak oleh seluruh jajaran peradilan di wilayah hukumnya.
Dengan mengusung tema “Pengadilan Bermartabat, Negara Berdaulat”, acara ini menegaskan pentingnya menjaga integritas lembaga peradilan sebagai fondasi kedaulatan negara.
Dalam momen ini, dilakukan pula penyerahan Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI kepada Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN) yang resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sebagai wujud penghargaan atas kontribusi mereka.
Acara syukuran ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus doa agar lembaga peradilan tetap berdiri tegak, bermartabat, dan mendukung tegaknya kedaulatan negara.
Rangkaian kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan transformasi. Pengadilan Tinggi Palangkaraya menegaskan kembali komitmennya untuk mewujudkan peradilan modern, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Semangat kebersamaan, nilai kebangsaan, serta dedikasi terhadap pelayanan hukum yang berkualitas akan terus dijaga demi terciptanya Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.