Kota Cimahi - Bertempat di Masjid Al Mahkamah Pengadilan Agama Kota Cimahi, pada Senin (23/2/2026) bakda Zuhur diselenggarakan kegiatan kultum sebagai bagian dari rangkaian serba-serbi amaliyah Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini merupakan program pembinaan ruhani yang rutin dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan guna memperkuat keimanan, ketakwaan, dan etos kerja spiritual di lingkungan peradilan agama.
Bertindak sebagai penceramah, Wakil Ketua PA Kota Cimahi, Dr. H. Al Fitri, S.Ag., S.H., M.H.I., mengangkat tema “Dibukanya Pintu Surga, Ditutupnya Pintu Neraka, dan Dibelenggunya Setan di Bulan Ramadhan”. Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan bahwa datangnya bulan Ramadhan merupakan momentum turunnya rahmat Allah Swt. yang begitu luas, ditandai dengan dibukanya pintu-pintu surga sebagai simbol terbukanya peluang pahala dan ampunan, ditutupnya pintu-pintu neraka sebagai tanda berkurangnya sebab-sebab kebinasaan, serta dibelenggunya setan yang menunjukkan dilema melemahnya godaan terhadap manusia yang beriman.
Secara khusus, penceramah menekankan keistimewaan puasa bagi orang-orang yang menunaikannya dengan ikhlas. “Nabi Muhammad Saw. bersabda, ‘Di surga ada satu pintu yang disebut Ar-Rayan, khusus bagi orang-orang yang berpuasa. Pada hari kiamat kelak mereka akan dipanggil melalui pintu itu, dan setelah mereka memasukinya, pintu itu akan ditutup, tidak seorang pun selain mereka yang dapat melewati.’ Ini menjadi pengingat bagi kita bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan hawa nafsu dan menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa,” ungkap Al Fitri.

Lebih lanjut disampaikan bahwa suasana spiritual Ramadhan menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi peningkatan ibadah. Hati menjadi lebih lembut, amal saleh lebih mudah dilakukan, dan semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah meningkat melalui puasa, shalat tarawih, tilawah Al-Qur’an, dzikir, dan sedekah. Namun demikian, apabila masih terdapat kemaksiatan di bulan Ramadhan, hal tersebut lebih disebabkan oleh hawa nafsu dan kebiasaan diri yang belum terdidik.
Dengan memahami makna dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dan dibelenggunya setan, seluruh aparatur PA Kota Cimahi diharapkan mampu memperkuat integritas, disiplin, dan kualitas spiritual dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kultum ini diikuti oleh pimpinan, para hakim, pejabat fungsional dan struktural, serta seluruh ASN Pengadilan Agama Kota Cimahi dengan penuh kekhusyukan. Diharapkan melalui rangkaian amaliyah Ramadhan ini, seluruh aparatur peradilan semakin memperkuat integritas, profesionalitas, serta nilai-nilai spiritual dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga terwujud peradilan agama yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.





