Perkuat Sinergi di Era Digital, Dewan Pers Selenggarakan Workshop Nasional

Diskusi ini melibatkan tokoh media seperti Sutanto Hartono dan Prof. Burhanuddin Muhtadi.
Suasana kegiatan Workshop diselenggarakan oleh Dewan Pers pada Kamis (5/2) |  Dok. Penulis
Suasana kegiatan Workshop diselenggarakan oleh Dewan Pers pada Kamis (5/2) | Dok. Penulis

Mahkamah Agung (MA) RI menunjukkan dukungannya terhadap penguatan peran pers nasional dengan menghadiri undangan kegiatan Workshop Awal Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Pers.

Acara bertajuk "Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konektivitas" ini digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Kamis (5/2).

Dalam kesempatan tersebut, Mahkamah Agung diwakili oleh Hakim Yustisial pada Biro Hukum dan Humas MA.

Kehadiran perwakilan dari MA ini menegaskan bahwa MA memandang pentingnya pemahaman mendalam mengenai dinamika disrupsi digital dan peran kecerdasan buatan yang berdampak pada penyebaran informasi hukum di masyarakat.

Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesiapan insan pers dalam menghadapi transformasi model bisnis. Hal ini selaras dengan kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, yang memberikan paparan mengenai arah kebijakan digital nasional.

Partisipasi MA dalam diskusi panel ini relevan, karena bagi Mahkamah Agung, menjaga kepercayaan publik melalui pemberitaan yang akurat dan berintegritas adalah pilar penting dalam mewujudkan transparansi peradilan.

Diskusi ini melibatkan tokoh media seperti Sutanto Hartono dan Prof. Burhanuddin Muhtadi.

Diskusi ini memberikan wawasan baru bagi Biro Hukum dan Humas MA dalam menyusun strategi komunikasi publik yang lebih adaptif, terutama dalam menghadapi tantangan kecepatan informasi di era hiper-konektivitas.

Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan sesi ramah tamah bersama pimpinan media cetak, siber, televisi, serta perwakilan humas dari berbagai kementerian dan lembaga tinggi negara lainnya.

Penulis: Galang Adhe Sukma
Editor: Tim MariNews