Mempererat Hubungan Kelembagaan, PTA Bandung Terima Lawatan Jabatan Kehakiman Syarie Sarawak

Pertemuan ini menyoroti kerja sama hukum keluarga dan digitalisasi peradilan guna meningkatkan kualitas layanan dan respons terhadap perkara berdimensi internasional.
(Foto: IT PTA Bandung, Poto Bersama Delegasi Mahkamah Syarie Sarawak | Dok. PTA Bandung)
(Foto: IT PTA Bandung, Poto Bersama Delegasi Mahkamah Syarie Sarawak | Dok. PTA Bandung)

Bandung — Bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung, telah diselenggarakan acara kunjungan kehormatan dan penjajakan kerjasama strategik antara Jabatan Kehakiman Syarie Sarawak dan PTA Bandung, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan serta membuka ruang kolaborasi lintas negara di bidang peradilan syariah.

Delegasi Jabatan Kehakiman Syarie Sarawak dipimpin langsung oleh Y.A.A. Datu Haji Awang Suhaili selaku Ketua Hakim Syarie Sarawak, bersama rombongan berjumlah 18 orang yang terdiri dari para hakim serta staf yang membidangi digitalisasi dan administrasi peradilan.

Dalam sambutannya, Ketua PTA Bandung, YM Dr. Abdul Hakim, M.H.I., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan ini sebagai langkah strategis dalam membangun sinergi antar lembaga peradilan agama di kawasan regional.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan Jabatan Kehakiman Syarie Sarawak ke PTA Bandung. Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta penguatan kerjasama dalam meningkatkan kualitas layanan peradilan kepada masyarakat,” ujar beliau.

Sementara itu, Y.A.A. Datu Haji Awang Suhaili menegaskan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti kerjasama yang telah dijajaki, khususnya dalam bidang hukum keluarga yang memiliki dimensi lintas negara.

“Kami melihat adanya kebutuhan yang semakin besar untuk memperkuat koordinasi, terutama dalam penanganan perkara keluarga seperti perceraian dan hak asuh anak yang melibatkan pasangan beda kewarganegaraan antara Malaysia dan Indonesia. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih baik dan terkoordinasi,” ungkapnya.

(Foto: IT PTA Bandung: Y.A.A. Datu Haji Awang Suhaili Ketua Hakim Syarie Sarawak Sedang Memaparkan penanganan Perkara Hukum Keluarga | Dok. PTA Bandung)

Selain itu, aspek digitalisasi peradilan juga menjadi perhatian bersama. Delegasi Sarawak menunjukkan ketertarikan terhadap sistem pelayanan berbasis teknologi yang diterapkan di lingkungan peradilan agama di Indonesia, termasuk inovasi pelayanan publik dan pengelolaan perkara secara elektronik.

Dalam rangkaian kegiatan, masing-masing lembaga memaparkan profil kelembagaan, kewenangan peradilan, serta praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan administrasi perkara dan pelayanan masyarakat. Sesi diskusi berlangsung interaktif, dengan fokus pada pertukaran pengalaman dalam modernisasi sistem peradilan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Usai kegiatan di PTA Bandung, rombongan delegasi Jabatan Kehakiman Syarie Sarawak juga berkesempatan mengunjungi Galeri Rasulullah yang berada di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian lawatan budaya dan religi untuk mengenal lebih dekat ikon kebanggaan masyarakat Jawa Barat sekaligus mempererat hubungan persaudaraan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Lawatan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan antara PTA Bandung dan Jabatan Kehakiman Syarie Sarawak, khususnya dalam pengembangan peradilan syariah yang responsif, profesional, dan adaptif terhadap dinamika masyarakat lintas negara.

Penulis: Al Fitri
Editor: Tim MariNews