Hakim dan Pegawai Ibarat Satu Bangunan Kokoh

Ketua PTA Palangka Raya tekankan kebersamaan hakim dan pegawai sebagai fondasi kinerja saat pembinaan di PA Nanga Bulik.
  • view 134
(Foto: Ketua PTA Palngka Raya Lakukan Pembinaan di Ruang Sidang Utama PA Nanga Bulik | Dok. PTA Palangka Raya)
(Foto: Ketua PTA Palngka Raya Lakukan Pembinaan di Ruang Sidang Utama PA Nanga Bulik | Dok. PTA Palangka Raya)

MARINEWS, Palangka raya - “Hakim dan Pegawai itu ibarat satu bangunan kokoh, rusak salah satu maka fungsinya menjadi tidak sempurna”.

Demikian disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palangka Raya, Dr. H. Bambang Supriastoto S.H., M.H. saat mengunjungi Pengadilan Agama Nanga Bulik pada Senin (6/4). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan silaturahmi dan pembinaan yang dilakukan Ketua PTA Palangka Raya ke seluruh Pengadilan Agama se-wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Pembinaan tersebut dilangsungkan di Ruang Sidang Utama PA Nanga Bulik dengan dihadiri seluruh hakim dan aparatur PA Nanga Bulik. Pada kesempatan tersebut,  Ketua PTA Palangka Raya menekankan pentingnya memupuk kebersamaan dan persaudaraan.

Ia mengingatkan bahwa waktu yang digunakan di kantor tidak kalah banyak jika dibandingkan waktu yang dihabiskan di rumah. Maka menurutnya menjadi penting membuat suasana bekerja di kantor menjadi lebih kondusif.

“Kalau dihitung-hitung kita di kantor itu lebih dari delapan jam. Sedangkan di rumah meskipun lebih lama tapi kemungkinan lebih banyak istirahatnya daripada bangunnya. Di kantor kita akan bekerjasama, bersosialisasi, dan bercengkerama dengan sesama rekan kerja, maka penting untuk menjalin dan menjaga kebersamaan” tutur peraih Doktor dari Universitas Islam Bandung tersebut.

Ia mengibaratkan kebersamaan aparatur Peradilan itu seperti bangunan, jika kebersamaan dan persaudaraannya bagus maka bangunannya akan kokoh, dan sebaliknya apabila kebersamaannya rapuh maka bangunannya rentan roboh.

“Jangan ada yang merasa lebih tinggi dan lebih penting dibanding yang lain, termasuk terhadap teman-teman outsourcing. Semua memiliki peran penting. Hakim dan juga pegawai itu ibarat satu bangunan kokoh, rusak salah satu maka fungsinya menjadi tidak sempurna” ungkapnya.

Ia menegaskan bangunan yang kokoh dan indah harus bersifat menyeluruh. Jika atapnya bocor meskipun bangunannya estetik maka akan tetap rusak, jika dindingnya lapuk meskipun pondasi kokoh maka akan tetap bernoda, jika lantainya pecah meskipun bangunannya indah maka akan tetap tidak sempurna.

Ketua PTA Palangka Raya juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara pimpinan Pengadilan dengan bawahannya. Menurutnya, pimpinan yang baik adalah pimpinan yang menyayangi bawahannya, sebaliknya bawahan yang baik adalah yang menghormati pimpinannya.

“Dalam sholat berjama’ah imam itu untuk diikuti oleh makmum, ketika imam ada salah maka harus diingatkan oleh makmum dan jangan dibiarkan, tetapi cara mengingatkannya harus bagus, seperti sholat berjama’ah kalau imam keliru diingatkan dengan kalimat indah yaitu subhanallah, maka begitu pula dalam hubungan di kantor, kalau pimpinan salah harus diingatkan dengan kalimat yang santun, dan sebaliknya pimpinan juga tidak boleh merasa benar sendiri” ungkapnya.

Ia mencontohkan bawahan yang menyalahkan pimpinan dengan kata-kata buruk seperti seseorang yang meludah ke atas. “Maka akan kena wajahnya sendiri kan” tutupnya.


Untuk mendapatkan Berita atau Artikel Terbaru MARINews, Follow Channel Whatsapp : MARINews.

Penulis: Ahmad Rafuan
Editor: Tim MariNews